Suhu panas ekstrem, kualitas udara yang buruk, dan meluasnya penyakit akibat konsumsi makanan turut berkontribusi terhadap penurunan jumlah pendonor selama musim panas tahun ini.
AS, Suarathailand- Anadolu melaporkan Palang Merah Amerika Serikat (AS) mengumumkan krisis pasokan darah nasional, yang kedua kalinya dalam sejarah, setelah jumlah pendonor turun ke level terendah selama musim panas dalam empat tahun terakhir.
Sementara itu Palang Merah AS pada Senin (27/7) mengatakan pihaknya telah mulai membatasi distribusi darah golongan O ke rumah sakit individual seiring jumlah permintaan terus melebihi pasokan.
Palang Merah AS saat ini hanya memiliki pasokan darah golongan O positif untuk kebutuhan kurang dari satu hari di tingkat nasional, kata organisasi tersebut dalam sebuah pernyataan.
Palang Merah AS menyebut golongan darah O positif merupakan golongan darah yang paling sering ditransfusikan, yang meliputi sekitar 60 persen dari distribusi darah Palang Merah, dan dapat diberikan secara aman kepada sekitar 80 persen pasien, kata organisasi itu.
Disebut bahwa suhu panas ekstrem, kualitas udara yang buruk, dan meluasnya penyakit akibat konsumsi makanan turut berkontribusi terhadap penurunan jumlah pendonor selama musim panas tahun ini, yang kian memperparah krisis pasokan darah nasional, menurut pernyataan tersebut.
Presiden Layanan Biomedis Palang Merah Chris Hrouda mengatakan organisasi tersebut, sebagai penyedia produk darah terbesar di AS, telah "bekerja tanpa kenal lelah" untuk memperkuat pasokan darah bagi mitra-mitra rumah sakitnya.
"Setiap donasi berpotensi membantu menyelamatkan nyawa, dan kami sangat mengharapkan setiap orang yang memenuhi syarat untuk membuat janji temu guna menyumbangkan darah sesegera mungkin," ujar Hrouda.
Palang Merah AS mendeklarasikan krisis darah nasional pertamanya pada Januari 2022 ketika AS bergulat dengan dampak berkepanjangan pandemi COVID-19.




