Nilai E-commerce Thailand Diprediksi Capai Rp1.070 Triliun pada 2030


Pasar e-commerce Thailand sedang berkembang pesat, dengan proyeksi nilai 1,8 triliun baht (sekitar Rp1.070 Triliun) pada tahun 2030. Kepercayaan konsumen, adopsi AI, dan meningkatnya permintaan merek internasional merupakan pendorong pertumbuhan utama.

Menurut laporan dari CUBE INSIGHTS, sebuah perusahaan analitik e-commerce terkemuka, pasar e-commerce Thailand mengalami pertumbuhan signifikan yang didorong oleh nilai. 

Pada tahun 2026, pasar diproyeksikan akan berkembang dari 970 miliar baht menjadi 1,8 triliun baht pada tahun 2030, dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) melebihi 14%. Pertumbuhan ini didorong oleh perubahan struktural yang berfokus pada peningkatan nilai per pesanan daripada hanya pertumbuhan volume.

Peem Benjasiriwan, Manajer Strategi dan Wawasan di CUBE INSIGHTS, mengungkapkan bahwa lebih dari 67% konsumen bersedia membayar 5-10% lebih untuk produk bermerek asli, dengan produk kecantikan (81%) menjadi yang paling populer, diikuti oleh fesyen (75%) dan elektronik (62%).


Selain itu, 71% pembeli melakukan 'Showrooming' dengan melihat-lihat produk secara offline sebelum melakukan pembelian online. Tren ini menunjukkan bahwa konsumen semakin beralih ke platform online, khususnya toko resmi, untuk produk yang andal. Teknologi AI memainkan peran penting, terutama dalam pencarian produk (83%) dan perbandingan (67%), meskipun keputusan pembelian akhir masih dipengaruhi oleh kepercayaan pada ulasan produk, keandalan merek, dan sertifikasi platform.


Mulai tahun 2027-2030, AI diharapkan akan terintegrasi ke dalam setiap langkah pengalaman pelanggan. Penggunaan strategi omnichannel, seperti pengambilan di toko atau pengembalian yang mudah, akan menjembatani kesenjangan antara belanja online dan offline, menciptakan pengalaman yang lebih lancar bagi pelanggan.


Thailand telah memasuki era "Perdagangan Berbasis Kepercayaan", di mana konsumen memprioritaskan kualitas dan kepercayaan daripada harga (66%). Kepercayaan bahwa suatu produk asli dan berkualitas tinggi kini lebih penting daripada harganya. Selain itu, 46% konsumen Thailand terbuka untuk membeli merek asing, dengan 73% lebih menyukai pengembalian yang mudah dan gratis, bahkan untuk merek premium yang tidak dikenal.

Share: