Peluru yang menggunakan senjata ini disebut mampu menembus kendaraan lapis baja seperti tank.
Sniper, sebutan bagi seorang penembak jitu yang biasanya bersembunyi dari jarak jauh agar tidak ketahuan oleh targetnya.
Menjadi seorang sniper perlu latihan khusus yang sangat berat, tak semua tentara bisa menjadi penembak jitu jarak jauh.
Sniper handal perlu dibekali senjata yang handal pula, biasanya berupa senapan runduk.
PT Pindad, satu-satunya produsen alutsista lengkap dengan senapan dan munisi di Indonesia juga punya produk khusus bagi sniper handal Indonesia.
Senapan runduk ini diberi nama SPR 2, yang merupakan seri lanjutan dari senapan runduk Pindad sebelumnya.
Senapan penembak runduk (SPR) generasi 2 tidak banyak diproduksi oleh PT Pindad sebab penggunanya juga terbatas.
Tak seperti senapan serbu yang hampir semua anggota militer menggunakannya, SPR 2 dibuat khusus untuk sniper
Tak banyak negara yang mau memproduksi senjata jenis senapan penembak runduk.
Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa memang membuat senapan runduk, tapi sama seperti Indonesia, diproduksi hanya dalam jumlah terbatas.
Walau dibuat di dalam negeri, SPR 2 hasil produksi Pindad diklaim punya banyak keunggulan.
Salah satunya adalah laju peluru yang mampu menembus kendaraan lapis baja seperti tank.
SPR seri pertama mulai dikembangkan PT Pindad di tahun 2007 lalu dikembangkan lagi pada tahun 2016 untuk generasi kedua.
Selain peluru buatan Pindad yang mampu menembus tank, SPR 2 juga dibekali dengan alat peledak pada peluru tersebut.
Bukan untuk menghancurkan tank, tapi cukup kuat untuk membunuh musuh di baliknya.
SPR 2 produksi PT Pindad memiliki panjang senapan 1.755 mm, berat keseluruhan 19,5 kg, dan panjang barel (laras) 1.055 mm.
SPR 2 menggunakan rifling atau alur spiral berulir pada bagian dalam laras senjata ini ialah delapan grooves, RH 381 mm (15”) twist.
Keunggulan rifling ini bisa membuat tembakan semakin akurat dan laju peluru yang stabil.
Saat sniper menembakkan peluru, peluru bisa melaju hingga kecepatan maksimal 900 meter per detik.
Jangkauan pelurunya juga bisa mencapai 2 kilometer dari target. Sebuah spesifikasi yang hebat!
Namun peluru yang digunakan memang bukanlah peluru sembarangan.
SPR 2 menggunakan peluru asli buatan PT Pindad berkaliber 12,7 x 99 mm, dengan kapasitas magasin antara 5-10 butir.
Peluru khas Pindad ini dibuat dari bahan baja khusus yang kekuatannya lebih besar dibanding baja biasa.
Ini menjadi salah satu alasan mengapa SPR 2 diklaim mampu menembus lapisan baja hingga setebal 10 mm.
Sebagai senjata khusus untuk sniper, SPR 2 dilegkapi dengan peredam hentakan dan suara yang mampu menurunkan suara 20-30 desibel.
Suara yang halus bisa membuat musuh sulit menyadari keberadaan sniper dan memberi perlindungan ekstra pada si juru tembak. (zonajakartapr)




