Nepal Ketatkan Syarat Pendakian Gunung Everest Pasca-Longsor, Tarif Baru Berlaku

Yang paling signifikan adalah persyaratan memiliki pengalaman mendaki di ketinggian ekstrem bagi siapa pun yang berencana mendaki Everest. 


Nepal, Suarthailand- Sputnik melaporkan Nepal tengah menyiapkan aturan yang melarang pendaki tanpa pengalaman melakukan pendakian pada ketinggian ekstrem untuk mendaki Gunung Everest, dan rincian rancangan undang-undang tersebut saat ini masih dalam tahap penyusunan, kata Sekretaris Jenderal Asosiasi Pendaki Gunung Nepal Rajendra Lama.

“Yang paling signifikan adalah persyaratan memiliki pengalaman mendaki di ketinggian ekstrem bagi siapa pun yang berencana mendaki Everest. 

Langkah ini untuk memastikan para pendaki memiliki pengalaman yang memadai di ketinggian sebelum menjalani ekspedisi komersial tertinggi dan paling menantang secara teknis di dunia,” kata pejabat asosiasi tersebut.

Undang-undang baru itu masih dalam tahap pengembangan. Para anggota parlemen Nepal masih membahas jumlah yang harus dipenuhi pada pendakian yang pernah dilakukan sebelumnya dengan puncak ketinggian di atas 7.000 dan 8.000 meter untuk memperoleh izin pendakian.

Publikasi pendakian Explorersweb menyebut kecil kemungkinan aturan baru tersebut akan diberlakukan tepat waktu untuk musim pendakian musim semi 2027.

Asosiasi tersebut juga sangat merekomendasikan agar para pendaki memiliki asuransi komprehensif yang mencakup pendakian di ketinggian ekstrem, evakuasi darurat dengan helikopter, serta biaya pemulangan ke negara asal jika diperlukan.

Biaya yang dikenakan pemerintah untuk mendaki puncak tertinggi di dunia tersebut juga berubah pada tahun ini.

“Bagi pendaki asing yang menggunakan jalur standar, biayanya kini 15.000 dolar AS (sekitar Rp264,5 juta) untuk musim semi (Maret-Mei), 7.500 dolar AS (sekitar Rp132,3 juta) untuk musim gugur (September-November), serta 3.750 dolar AS (sekitar Rp66,1 juta) untuk musim dingin dan musim panas,” kata Lama.

Dengan demikian, biaya per pendaki pada musim semi naik dari sebelumnya 11.000 dolar AS menjadi 15.000 dolar AS.


Share: