Pada Juni 2025, para pemimpin NATO sepakat menaikkan pengeluaran terkait pertahanan tahunan menjadi 5 persen dari PDB per 2035.
NATO, Suarathailand- Negara-negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organization/NATO) meningkatkan pembelanjaan pertahanan pada 2025, dengan total pembelanjaan diperkirakan melampaui 1,4 triliun dolar AS (1 dolar AS = Rp16.903).
Laporan itu menyebutkan bahwa anggota NATO di Eropa dan Kanada secara signifikan meningkatkan pembelanjaan militer, dengan total pembelanjaan pertahanan gabungan mereka mencapai 574 miliar dolar AS pada 2025, naik 20 persen secara riil dibandingkan tahun sebelumnya.
Semua negara anggota NATO memenuhi atau melampaui target jangka panjang aliansi untuk mengalokasikan 2 persen dari produk domestik bruto (PDB) untuk pertahanan pada 2025, kata laporan tersebut, seraya menambahkan bahwa Polandia, Lithuania, dan Latvia mencapai target baru NATO untuk mengalokasikan 3,5 persen dari PDB untuk pembelanjaan pertahanan inti.
Dalam konferensi tingkat tinggi (KTT) di Den Haag, Belanda, pada Juni 2025, para pemimpin NATO sepakat untuk menaikkan pengeluaran terkait pertahanan tahunan menjadi 5 persen dari PDB per 2035.
Berdasarkan rencana tersebut, sebesar 3,5 persen akan dialokasikan untuk kebutuhan pertahanan inti, sementara 1,5 persen sisanya akan dialokasikan untuk bidang keamanan yang lebih luas, seperti perlindungan infrastruktur krusial dan penguatan keamanan siber. /Xinhua



