Dari 105 awak kapal, 76 berhasil diselamatkan, 24 ditemukan tewas dan lima hilang.
> Kapal korvet HTMS Sukhothai buatan AS tenggelam dihantam badai pada 18 Desember 2022.
> RTN diperkirakan akan mengumumkan penyebab tenggelamnya kapal tersebut dalam waktu satu bulan.
Angkatan Laut Kerajaan Thailand (RTN) militer AS mengakhiri misi pencarian lima orang hilang akibat korvet buatan AS tenggelam di Teluk Thailand pada Desember 2022.
Laksamana Chatchai Thongsaard, Panglima Armada Kerajaan Thailand, mengatakan misi gabungan yang dimulai pada 22 Februari telah berhasil menyelamatkan 58 barang bukti fisik, termasuk alat perekam kamera CCTV. Barang-barang tersebut akan membantu dalam menentukan penyebab sebenarnya tenggelamnya kapal tersebut.

RTN diperkirakan akan mengumumkan penyebab tenggelamnya kapal tersebut dalam waktu satu bulan.
Chatchai mengatakan penyelam dari RTN dan Angkatan Laut AS, yang berada di Thailand untuk mengikuti latihan militer Cobra Gold tahun ini, telah menjelajahi setiap ruangan dan kabin kapal yang dapat diakses tanpa menemukan mayat lima awak kapal yang hilang.
Para kru penyelam berhasil menonaktifkan tiga persenjataan di kapal, yaitu peluru kendali harpun, torpedo, dan perangkat komunikasi, kata Chatchai.
Dua senjata 22 milimeter dan 10 senapan dibawa ke darat untuk diperiksa oleh Departemen Persenjataan Angkatan Laut.
Penyelam juga membawa 11 benda bernilai sentimental dari dalam kapal, yaitu papan nama kapal, patung Garuda, patung Budha, potret Raja Taksin, relief rendah Pangeran Chumphon, lonceng kapal, bendera RTN, dan tiang kapal, jangkar, pelat komisi kapal, dan papan nama komandan kapal.

Kapal korvet HTMS Sukhothai buatan AS ditugaskan oleh Angkatan Laut Thailand pada Juni 1987, dan tenggelam saat badai di lepas pantai provinsi Prachuap Khiri Khan pada 18 Desember 2022.
Angin kencang dan gelombang kencang menyebabkan air laut membanjiri kapal perang sehingga menyebabkan mesin mati. Dari 105 awak kapal, 76 berhasil diselamatkan, 24 ditemukan tewas dan lima hilang dan diduga tewas.




