Menteri Perang AS Pecat Pimpinan Angkatan Laut AS dalam Perombakan Mendadak

Pemecatan tersebut mengejutkan banyak orang dan menambah serangkaian perombakan mendadak selama masa jabatan kedua Trump.


AS, Suarathailand- Pete Hegseth telah memecat Menteri Angkatan Laut AS John Phelan, korban terbaru dari kampanye pemecatan mendadak menteri perang AS di tengah laporan penentangan tingkat atas terhadap agresi tanpa provokasi Washington terhadap Iran.

Juru bicara utama Departemen Perang Sean Parnell mengatakan Phelan "meninggalkan pemerintahan, berlaku segera," dalam sebuah unggahan di X, tanpa memberikan penjelasan. Wakil Menteri Angkatan Laut Hung Cao akan menjabat sebagai menteri sementara.

Pemecatan tersebut mengejutkan banyak orang dan menambah serangkaian perombakan mendadak selama masa jabatan kedua Trump.

Seseorang yang mengetahui situasi tersebut mengatakan kepada media Amerika Axios, "Phelan tidak mengerti bahwa dia bukan bosnya. Tugasnya adalah mengikuti perintah yang diberikan, bukan mengikuti perintah yang menurutnya harus diberikan."

Sumber yang sama mengatakan Phelan dan Hegseth tidak "akur."

Meskipun ada laporan tentang hubungan baik antara Phelan dan Trump, ketegangan dilaporkan muncul karena komunikasi langsung Phelan dengan presiden.

Salah satu sumber mengatakan Hegseth percaya Phelan terlalu sering melewati rantai komando.

Pemberhentian itu terjadi di tengah kebuntuan angkatan laut dengan Iran, yang menyebabkan Republik Islam menutup Selat Hormuz yang strategis tanpa batas waktu sebagai balasan atas blokade angkatan laut Amerika yang ilegal, yang menurut Teheran harus dicabut sebelum blokade tersebut dibuka kembali.

Hal itu juga menyusul perubahan-perubahan baru-baru ini di stratosfer politik dan militer Amerika Serikat, dengan laporan yang menunjukkan adanya penentangan di berbagai tingkatan terhadap agresi Washington yang tidak beralasan yang menargetkan Republik Islam.

Trump dan Hegseth telah menggambarkan citra kampanye yang sangat sukses, meskipun laporan dan pernyataan resmi secara tegas membantah narasi tersebut.

Sekitar tiga minggu sebelumnya, Hegseth memecat Kepala Staf Angkatan Darat Randy George bersama dengan dua pejabat militer lainnya.

Hegseth juga berselisih dengan Menteri Angkatan Darat Dan Driscoll, yang disebut-sebut sebagai pencetus inisiatif transformasi Angkatan Darat dan merupakan sekutu dekat Wakil Presiden JD Vance.

Pada awal April, Ketua Majlis (Parlemen) Iran bereaksi terhadap pemecatan jenderal-jenderal berpangkat tinggi oleh Hegseth, mengaitkan tren tersebut dengan penentangan mereka terhadap pengkhianatan Menteri Perang AS yang mengorbankan nyawa warga Amerika demi rezim Israel.

Mohammad-Baqer Qalibaf menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah unggahan pada 4 April setelah Hegseth memecat Randy George dan lainnya.

"Jenderal-jenderal berpengalaman menolak menjadi penjilat bagi pembawa acara TV yang mengkhianati nyawa warga Amerika demi khayalan Israel," tulis legislator terkemuka itu, merujuk pada pengalaman Hegseth di televisi di masa lalu.

Selain itu, Qalibaf juga merujuk pada agitasi rezim Israel yang banyak diberitakan terhadap Amerika Serikat untuk memaksanya bergabung dengan Tel Aviv dalam agresi tanpa provokasi.

Qalibaf menggambarkan pengorbanan nyawa pasukan Amerika sebagai "harga jangka pendek" dari agresi yang dipicu Israel.

Ia kemudian mencatat bahwa biaya jangka panjang perang tersebut adalah "pembayar pajak Amerika yang akan membayar di SPBU selama beberapa dekade," merujuk pada lonjakan harga bahan bakar akibat manuver strategis dan defensif Iran di Selat Hormuz yang telah mengguncang pasar energi global.

Share: