Menlu Palestina Ungkap Kondisi Gaza Memburuk, Butuh Aksi Global

"Pembunuhan terus berlanjut, korban luka terus bertambah, dan bantuan kemanusiaan masih jauh dari yang dibutuhkan."


Turki, Suarathailand- Kantor berita Anadolu melaporkan Menteri Luar Negeri Palestina Varsen Aghabekian mengatakan genosida yang dilakukan Israel terhadap warga Palestina di Jalur Gaza masih terus berlangsung, dengan kondisi kemanusiaan yang semakin memburuk dan membutuhkan tindakan internasional segera.

Aghabekian menyatakan bahwa situasi di Gaza tetap berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan meskipun telah berlalu beberapa bulan sejak kesepakatan gencatan senjata. Ia mengatakan hal itu saat berbicara dalam sebuah panel di Forum Diplomasi Antalya di Turkiye,

"Hari ini kita berada lima bulan setelah penandatanganan perjanjian Sharm el-Sheikh, dan apa yang kita lihat di Gaza tidak lain adalah bencana," katanya. 

"Pembunuhan terus berlanjut, korban luka terus bertambah, dan bantuan kemanusiaan masih jauh dari yang dibutuhkan."

Ia menggambarkan kondisi hidup yang sangat berat, dengan warga Palestina yang mengungsi harus tinggal di tenda-tenda yang rentan terhadap banjir dan kondisi tidak higienis.

"Warga hidup di tenda-tenda yang terendam air," ujarnya, seraya menambahkan bahwa laporan dari berbagai organisasi internasional menunjukkan bahwa warga hidup di tengah puing-puing dan sampah, sementara pasokan makanan terkontaminasi oleh hewan pengerat.

Aghabekian juga mempertanyakan lambatnya respons kemanusiaan internasional.

"Kapan upaya bantuan darurat akan dimulai di Gaza? Kapan bantuan kemanusiaan akan masuk, dan kapan kita akan melihat kebutuhan dasar seperti layanan kesehatan, pendidikan, dan air dapat disalurkan?" katanya.

Ia menyatakan bahwa kondisi saat ini merupakan hasil dari bertahun-tahun serangan Israel.

"Genosida ini merupakan puncak dari bertahun-tahun pelanggaran yang membawa kita pada situasi saat ini," tambahnya.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah pelanggaran harian yang dilakukan Israel terhadap gencatan senjata yang berlaku sejak 10 Oktober 2025. Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan bahwa pelanggaran tersebut telah menewaskan 765 warga Palestina dan melukai 2.140 lainnya hingga saat ini.

Gencatan senjata tersebut menyusul dua tahun genosida oleh Israel yang dimulai pada Oktober 2023, yang telah menewaskan lebih dari 72.340 warga Palestina dan melukai 172.250 lainnya, serta menghancurkan sekitar 90 persen infrastruktur di wilayah tersebut, menurut otoritas Gaza.


Share: