Ilmu kedokteran Thailad sudah ada sejak zaman Sukhothai, lebih dari 700 tahun yang lalu.
> Bukti ganja untuk pengobatan tercatat pada masa Raja Narai Agung (1632).
> Penggunaan Ganja di Thailand mulai dikriminalisasi pada tahun 1934.
> Tubuh sakit karena ketidakseimbangan unsur tanah, air, angin, api di dalam tubuh.
Thailand pada tanggal 9 Juni 2022 menjadi berita utama dunia karena mengambil langkah berani dalam memanfaatkan potensi ganja untuk penggunaan medis.
Keputusan besar ini membuka era baru kemungkinan pengobatan alternatif di THailand. Namun, mulai bulan Februari 2024, kondisi ini kembali berubah seiring dengan upaya negara ini untuk memberlakukan undang-undang ganja baru yang secara eksplisit melarang penggunaan ganja untuk tujuan rekreasi.

Ganja sebenarnya telah menjadi bagian besar dari Pengobatan Tradisional Thailand selama berabad-abad. Pada masa Raja Narai Agung dari Kerajaan Ayutthaya, ganja yang dikenal secara lokal untuk Pengobatan Tradisional Thailand. Ganja juga digunakan sebagai bahan dalam berbagai obat tradisional sampai dikriminalisasi pada tahun 1934.
Kini, dengan banyaknya perbincangan mengenai kedudukan hukum ganja di Thailand, sangat menarik untuk melihat ke belakang dan melihat bagaimana ganja digunakan dalam pengobatan tradisional – dan potensinya di masa depan.
Jadi, seperti apa ganja saat itu? Dan bagaimana penggunaannya saat ini? Pornprom Amantrakul, seorang praktisi Pengobatan Tradisional Thailand di Apotek CHA dan Ruang Teh pembudidaya ganja lokal yang berfokus pada khasiat kesehatan dari ganja berkualitas.
Sebagai informasi, pengobatan tradisional Thailand merupakan ilmu kedokteran yang sudah ada sejak zaman Sukhothai, lebih dari 700 tahun yang lalu. Hal ini telah diwariskan secara turun-temurun oleh nenek moyang kita dari dulu hingga sekarang.

Prinsip pengobatan tradisional Thailand adalah bila tubuh sakit atau tidak sehat, hal itu disebabkan oleh ketidakseimbangan empat unsur (tanah, air, angin, api) di dalam tubuh.
Oleh karena itu, fokusnya adalah merawat dan menyeimbangkan keempat elemen tersebut. Pengobatan tradisional Thailand memiliki empat cabang pengobatan:
Pengobatan Thailand (pemeriksaan fisik, diagnosis, dan pengobatan penyakit)
1. Farmasi Thailand (penyiapan obat, pengembangan formula obat, dan penggunaan obat herbal)
2. Pijat ala Thai (terapi akupresur Thailand untuk mengendurkkan otot, menghilangkan rasa sakit)
3. Kebidanan Thailand (perawatan ibu hamil, persalinan, perawatan nifas, dan perawatan bayi)

Sejarah Penggunaan Ganja dalam Pengobatan Tradisional Thailand
Di Thailand, bukti penggunaan ganja untuk mengatasi berbagai gejala telah ditemukan sejak zaman Ayutthaya, pada masa pemerintahan Raja Narai Agung, pada tahun 1632. Ia mencatat sebuah buku ramuan obat, formula, dan khasiatnya yang berjudul “The Treatise on Unsur Raja Narai atau Risalah tentang Pengobatan Kerajaan Raja Narai”.
Ganja adalah salah satu tanaman herbal yang sering dicatat dalam buku, digunakan dalam berbagai formula obat untuk mengatasi berbagai gejala. (Bersambung)




