Abaikan AS, Inggris Tidak Ikut-Ikutan Blokade Selat Hormuz

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan Sultan Oman Haitham bin Tariq Al Said mendesak AS dan Iran untuk "mencari jalan keluar" dalam sebuah pembicaraan telepon.


Inggris, Suarathailand- Media Inggris Fox News melaporkan bahwa negaranya tidak akan ikut dalam blokade Selat Hormuz yang disebut-sebut akan dilakukan Amerika Serikat (AS)

Laporan tersebut muncul setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan bahwa Angkatan Laut AS akan mulai memblokade kapal yang berusaha masuk atau keluar dari selat tersebut, setelah perundingan damai dengan Iran gagal mencapai kesepakatan.

"Kami terus mendukung kebebasan navigasi dan pembukaan Selat Hormuz, yang sangat dibutuhkan untuk mendukung perekonomian global serta biaya hidup di dalam negeri. Kami segera bekerja sama dengan Prancis dan mitra-mitra lainnya untuk membentuk sebuah koalisi yang luas guna melindungi kebebasan navigasi," kata juru bicara (jubir) Pemerintah Inggris seperti dikutip Sky News.

Berbicara kepada Fox News, Trump mengatakan, "banyak negara akan membantu kami" terkait selat tersebut, seraya menambahkan bahwa Inggris dan negara-negara lain mengirimkan kapal pembersih ranjau.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan Sultan Oman Haitham bin Tariq Al Said mendesak AS dan Iran untuk "mencari jalan keluar" dalam sebuah pembicaraan telepon pada Minggu yang sama.

Saat membahas pembicaraan AS-Iran pada akhir pekan, kedua pemimpin sepakat bahwa kelanjutan gencatan senjata sangat penting, dan semua pihak harus menghindari eskalasi lebih lanjut, menurut sebuah pernyataan resmi dari Downing Street.

Share: