Afghanistan masih menghadapi kesulitan ekonomi yang parah serta tekanan akibat terbatasnya akses terhadap keuangan internasional.
Kabul, Suarathailand- Farsnews melaporkan lima tahun setelah pasukan terakhir AS meninggalkan Afghanistan, negara tersebut masih bergulat dengan dampak ekonomi, politik, dan kemanusiaan dari perang yang dipimpin Amerika selama hampir dua dekade.
Pesawat militer terakhir AS bertolak dari Kabul pada 30 Agustus 2021, mengakhiri perang terpanjang Amerika dan menyerahkan kendali Afghanistan kepada Taliban.
Penarikan pasukan ini terjadi menyusul runtuhnya pemerintahan dan pasukan keamanan Afghanistan yang didukung AS secara cepat, sementara proses evakuasi yang kacau memperlihatkan ketidakpastian mendalam mengenai masa depan negara tersebut.
Lima tahun kemudian, Afghanistan masih menghadapi kesulitan ekonomi yang parah serta tekanan akibat terbatasnya akses terhadap keuangan internasional. Isolasi ekonomi negara ini diperparah oleh berbagai sanksi dan pembekuan cadangan devisa Afghanistan.
Dampak perang ini juga melampaui sekadar ekonomi dan sistem politik Afghanistan. Runtuhnya pasukan keamanan—yang dibangun dan didanai selama intervensi pimpinan AS—telah memicu kembali pertanyaan mengenai keberlanjutan institusi-institusi yang telah dikembangkan Washington selama dua dekade.



