Korut Tak Terima, AS Bikin Fitnah Korut Jadi Pelaku Serangan Siber

Korut menilai tuduhan AS mengenai ancaman siber dari negara lain tidak berdasar dan hanya menjadi alasan untuk membenarkan tekanan ilegal ke negara berdaulat.


Pyongyang, Suarathailand- Kantor Berita resmi Korut, KCNA, melaporkan Pemerintah Korea Utara menolak peringatan ASsoal dugaan ancaman siber dari Pyongyang, dengan menyebut tuduhan tersebut sebagai upaya merusak citra negara tersebut.

Dilaporkan bahwa Badan Keamanan Federal AS (FBI), Departemen Luar Negeri AS, dan mitra dari sejumlah negara sebelumnya mengeluarkan peringatan bersama mengenai dugaan ancaman dari pakar teknologi informasi Korea Utara.

Jubir Kemenlu Korea Utara menampik tuduhan tersebut, dan menyebut tuduhan itu sebagai upaya politik propaganda untuk mencoreng reputasi Pyongyang.

"AS dan sekutunya, dengan mengangkat apa yang disebut ancaman siber dari kami, menerbitkan peringatan bersama untuk merusak citra negara kami," kata juru bicara Kemlu Korut.

Klaim berulang bahwa negara tertentu terkait dengan kelompok pemantau sanksi multilateral merupakan penyebaran informasi palsu.

Kemlu Korut menyatakan kebijakan AS itu justru membuat ruang siber berubah menjadi arena konfrontasi dan perang rahasia.

Pyongyang juga mengatakan operasi siber dalam latihan militer AS dan sekutunya merupakan bagian dari persiapan perang.

Kemlu Korut lebih lanjut menilai tuduhan AS mengenai ancaman siber dari negara lain tidak berdasar dan hanya menjadi alasan untuk membenarkan tekanan ilegal terhadap negara berdaulat.

AS sendiri memonopoli sumber daya utama di ruang siber dan memiliki kemampuan siber terbesar di dunia. (Foto: ilustrasi Cyber Troop)

Share: