Kim menyampaikan hal itu disampaikan saat dia meninjau fasilitas produksi material nuklir yang baru mulai beroperasi.
Pyonyang, Suarathailand- Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) melaporkan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un mengatakan kapasitas produksi material nuklir untuk keperluan persenjataan di negaranya telah meningkat lebih dari dua kali lipat dalam lima tahun terakhir.
Kim menyampaikan hal itu disampaikan saat dia meninjau fasilitas produksi material nuklir yang baru mulai beroperasi, demikian laporan media pemerintah, Kamis.
KCNA melaporkan Kim menerima penjelasan mengenai rencana produksi jangka panjang fasilitas tersebut dan menyerukan penguatan kekuatan nuklir Korea Utara dengan laju yang disebutnya “eksponensial”.
Foto yang dipublikasi bersamaan tanpa mengungkap lokasi fasilitas memperlihatkan pabrik baru tersebut dilengkapi banyak sentrifugal yang digunakan untuk memperkaya uranium.
KCNA mengutip Kim yang mengatakan bahwa “ancaman potensial dan krisis jangka panjang yang tidak dapat diprediksi semakin menegaskan kepentingan dan tanggung jawab misi bersejarah itu untuk memperkuat kemampuan penangkal perang nuklir, baik dari segi kualitas maupun kuantitas, secara berkelanjutan dan dipercepat.”
Dia menambahkan bahwa negara wajib “untuk terus memperluas dan memperkuat kekuatan nuklir nasional, yang menjadi poros dalam pelaksanaan strategi pencegahan dan kesiapan perang itu sendiri, sekaligus menegaskan status Korea Utara sebagai negara pemilik senjata nuklir.”
Dalam foto lain yang dirilis KCNA, terdapat grafik yang memperlihatkan suatu objek diletakkan di atas meja dalam ruang rapat tempat Kim berada. Surat kabar Korea Selatan, Chosun Ilbo, melaporkan bahwa objek yang diburamkan dalam foto KCNA tersebut diduga merupakan jenis baru hulu ledak nuklir.
Sebelumnya pada tahun ini, Kim berjanji mempertahankan status Korea Utara sebagai negara pemilik senjata nuklir dan menyebut Korea Selatan sebagai negara yang “paling bermusuhan”, menurut KCNA.
Pada September 2025, Kim juga mengatakan Pyongyang dapat melanjutkan perundingan dengan Amerika Serikat apabila Washington tidak lagi menuntut denuklirisasi Korea Utara.
KCNA juga melaporkan kunjungan Kim ke fasilitas produksi material nuklir dan Institut Senjata Nuklir pada Januari 2025.
Pada Juni tahun lalu, Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) mengindikasikan bahwa Korea Utara membangun fasilitas baru pengayaan uranium di wilayah Yongbyon, bagian barat laut negara itu, yang memiliki karakteristik serupa dengan fasilitas pengayaan yang sudah ada di Kangson, dekat Pyongyang.
Selain Yongbyon dan Kangson, Menteri Unifikasi Korea Selatan Chung Dong Young juga menyebut adanya fasilitas pengayaan uranium lain di Kusong, wilayah barat laut Korea Utara.
Kantor berita Korea Selatan, Yonhap, melaporkan bahwa kali ini Kim kemungkinan mengunjungi fasilitas baru yang berbeda dari ketiga lokasi tersebut.
Dalam inspeksi itu, Kim didampingi sejumlah pejabat senior dari Departemen Industri Persenjataan Partai Buruh Korea dan Institut Senjata Nuklir.
Namun, Hong Sung Mu, Wakil Direktur Pertama Komite Sentral Partai Buruh Korea, yang diyakini sebagai salah satu tokoh utama dalam pengembangan senjata nuklir Korea Utara tidak terlihat dalam sejumlah foto yang dirilis kepada publik.
Sumber: Kyodo-OANA




