Menteri Korsel menyatakan bahwa keamanan AI dan kepercayaan masyarakat harus sejalan dengan perkembangan teknologi.
Seoul, Suarathailand- Yonhap News melaporkan Menteri Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Informasi Korea Selatan Bae Kyung-hoon menyatakan Korea Selatan tidak bisa membiarkan perkembangan kecerdasan buatan (AI) melambat ketika negara tersebut berupaya mengejar para pemimpin global bidang AI dan menciptakan pasar baru.
"Bagi negara yang sudah maju, adalah hal yang sama sekali berbeda dibandingkan dengan negara yang sedang mengejar ketertinggalan sekaligus harus menciptakan pasar baru. Kami tidak bisa membiarkan laju pengembangan AI melambat," kata Bae Rabu (15/9).
Bae memperingatkan bahwa kesenjangan antara negara dengan model AI mutakhir yang mendekati kecerdasan manusia dan negara tanpa kecanggihan tersebut dapat meluas melampaui ranah teknologi, hingga mencakup daya saing industri, keamanan nasional, dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Namun, dia mengingatkan agar tidak melakukan percepatan tanpa syarat, dengan menyatakan bahwa keamanan AI dan kepercayaan masyarakat harus sejalan dengan perkembangan teknologi.
Pernyataan Bae itu muncul di tengah perdebatan global yang semakin memanas mengenai kecepatan perkembangan teknologi AI.
CEO Anthropic Dario Amodei, CEO OpenAI Sam Altman, dan Elon Musk dari SpaceXAI menyerukan agar pengembangan AI diperlambat agar langkah-langkah keselamatan dapat mengejar kemajuan teknologi. Seruan itu dibarengi dengan usulan pengawasan yang lebih independen.
Donald Trump menolak seruan tersebut dengan menyebut bahwa kekhawatiran AI dapat mengancam umat manusia sebagai "hoaks". Menurut Trump, memperlambat pengembangan AI di Amerika Serikat justru dapat menguntungkan China.
China pun menolak pandangan tersebut dengan mengatakan bahwa "menebar ketakutan, konfrontasi, dan persaingan yang merusak" akan menghambat tata kelola AI global.



