Komnas Terima 4.114 laporan KIPI Covid-19

Mayoritas laporan KIPI tersebut tidak terkait dengan vaksinasi Covid-19.

Ketua Komisi Nasional (Komnas) Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI) Hindra Irawan Satari menyatakan pihaknya menerima 4.114 laporan KIPI Covid-19 hingga Sabtu (25/6/2022). 

Mayoritas laporan KIPI tersebut tidak terkait dengan vaksinasi Covid-19.

"4.114 laporan KIPi masuk dan terbanyak mengalaminya adalah golongan umur dewasa muda," kata Hindra Irawan Satari dalam konferensi virtual, Sabtu.

Hindra menyebutkan laporan KIPI yang diterima bermacam-macam di antaranya demam, napas pendek, mual, muntah, pusing, lemas, penurunan kesadaran, nyeri kepala, hingga nyeri otot. Kemudian, Komnas KIPI melakukan audit bersama. 

Hasilnya, Komnas KIPI menemukan laporan yang masuk ternyata jarang terkait dengan vaksinasi Covid-19. 

"Ada orang yang pusing dan sakit kepala, ada yang demam dan pegal, ada yang demam, pegal, hingga mual tetapi itu hilang dalam satu atau dua hari dan sembuh," katanya.

Bahkan, ia menyebutkan, instansi kesehatan di luar negeri seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (AS), yaitu FDA, mengatakan, tak ada kejadian serius KIPI dan manfaat vaksin Covid-19 lebih besar daripada risiko yang mungkin terjadi. (komnas kipi, antara)

Hindra mengatakan, lebih dari 65 juta dosis vaksin Covid-19 viral vektor aman untuk digunakan sebagai dosis primer maupun dosis penguat (booster). 

Kendati demikian, ia mengatakan, surveilans KIPI melihat keamanan vaksin harus terus dilakukan berkesinambungan dalam upaya peningkatan keselamatan pasien serta menentramkan masyarakat. Di Indonesia, dia melanjutkan, pemberian dosis booster bagi lanjut usia dapat diberikan dengan interval minimal 3 bulan setelah mendapatkan vaksin primer dua dosis lengkap. 


Share: