Kisah Berdirinya Muhammadiyah di Thailand

“Para alumni dari berbagai PTM tadi berbincang dan membentuk organisasi Muhammadiyah Thailand.  Yakni pada tanggal 18 November 2017.


Presiden Organisasi Muhammadiyah Thailand Dr Abdul Hafiz Hilley menceritakan ihwal Muhammadiyah di Thailand  dalam Upgrading Pimpinan Muhammadiyah Sesi Ke-5, bertema “Dakwah Islam dan Perkembangan Muhammadiyah Pengalaman di Thailand dan Cambodia”, Sabtu (27/2/21).

Dia mengatakan, jumlah pelajar Thailand di luar negeri yang paling banyak di Indonesia, sekitar 7.000 orang. Di Mesir sekitar 3.000 orang. Lainnya ada di Timur Tengah seperti Pakistan dan Libya.

“Banyak anak-anak kami di Pattani yang belajar di perguruan tinggi Muhammadiyah (PTM), seperti di Malang, Surabaya, Jember, Yogyakarta, dan sampai ke Kalimantan, Sulawesi, Sumatera Utara, hingga Aceh,” kata dia.

Dia lalu bercerita, bagaimana ihwal terbentuknya Muhammadiyah Thailand. “Para alumni dari berbagai PTM tadi berbincang dan membentuk organisasi Muhammadiyah Thailand.  Yakni pada tanggal 18 November 2017. Dan kini sudah berusia empat tahun. Kami mengadakan pertemuan untuk membentuk organisasi di University Rajabhat, Yala,” ungkap Abdul Hafiz.

Abdul Hafiz sendiri bergerak lebih khusus di Thailand Selatan. “Karena di Bangkok ada cucu KH Ahmad Dahlan, yakni Asc Prof Winai Dahlan di Chulalongkorn University. Kami juga membentuk wakil-wakil di setiap kawasan. Baik di tengah maupun di timur, kami berusaha mengadakan wakil-wakil,” tambahnya.

Kegiatan Organisasi Muhammadiyah di Thailand lebih khusus di bidang pendidikan dan juga dakwah.

Kegiatan Organisasi Muhammadiyah di Thailand lebih khusus di bidang pendidikan dan juga dakwah. Baik di sekolah-sekolah maupun di tempat lainnya. “Kami juga berusaha secara bertahap untuk berkembang seperti Muhammadiyah di Indonesia,” ujar dia.


Organisasi Islam Modern

Di Thailand itu, sambung Abdul Hafiz, Muhammadiyah terkenal dengan organisasi Islam modern. “Jadi mereka (masyarakat Thailand) tidak setuju dengan Islam konservatif. Maka kami bekerja sama dengan pemerintah Thailand di bidang pendidikan dan dakwah di kawasan ini,” paparnya.

Abdul Hafiz juga menyebut jika bulan Januari kemarin organisasinya berproses menjadi asosiasi. Dia berharap nanti bisa mendapat register dan terdaftar di pemerintah. “Sekarang masih mengurus. Karena nanti bantuan dari pemerintah untuk SD-SMA itu cukup tinggi jika terdaftar,” katanya.

Jika nanti sudah terdaftar sebagai asosiasi, kata dia, nanti kita berupaya mendirikan sekolah Boarding School Muhammadiyah di Thailand dengan pengantar bahasa Inggris.

“Yang nantinya semoga ada perguruan tinggi Muhammadiyah di Thailand, insyaallah. Semoga kegiatan Muhammadiyah di Thailand menjadi lancar dan mohon dukungan dari warga Muhammadiyah di Indonesia,” tandasnya. (dikutip dari PWMU.co.id)

Share: