"Pembunuhan tokoh ulama bukan sekadar kejahatan terhadap individu, melainkan juga serangan terhadap keamanan, persatuan, dan aset sosial masyarakat," tegas pernyataan.
Zahedan, Suarathailand- Kementerian Intelijen Iran menegaskan akan mengerahkan segala upaya untuk mengidentifikasi dan menindak secara hukum pihak-pihak di balik aksi teror di kota Zahedan, Iran tenggara, yang menewaskan seorang ulama Sunni.
Kementerian Intelijen menyebutkanulama terkemuka itu telah menghabiskan hidupnya untuk mendorong dialog, solidaritas, dan kohesi nasional, dengan memanfaatkan kedudukannya di bidang keilmuan, keagamaan, budaya, dan sosial demi memperkuat persaudaraan Islam, memajukan kedekatan antaragama, serta menjaga martabat komunitas etnis di Iran.
Kementerian menambahkan bahwa pembunuhan Molavi Yousef Gorgij merupakan "peristiwa pahit" bagi masyarakat Provinsi Sistan dan Baluchestan serta bagi semua pihak yang berkomitmen terhadap keamanan, persatuan, dan martabat Iran.
"Tidak diragukan lagi, pembunuhan tokoh-tokoh semacam itu bukan sekadar kejahatan terhadap individu, melainkan juga serangan terhadap keamanan, persatuan, dan aset sosial masyarakat," tegas pernyataan tersebut.
Kementerian memperingatkan pihak-pihak yang berupaya merusak keamanan dan persatuan Iran agar menyadari bahwa tindakan pembunuhan tidak akan pernah memadamkan semangat persatuan, melainkan justru akan memperkuat pendekatan Islam yang mengedepankan solidaritas dan persaudaraan.
Rakyat Iran, khususnya masyarakat Sistan dan Baluchestan yang bijaksana tidak akan pernah membiarkan darah para syuhada dijadikan sarana untuk memecah belah umat Muslim Syiah dan Sunni, tegas kementerian tersebut.
Kementerian berharap agar jalan perjuangan Gorgij—bersama dengan para syuhada lainnya yang gugur akibat aksi kekerasan di provinsi tersebut maupun di seluruh Iran—dapat menjadi jalan menuju solidaritas yang lebih besar, persatuan yang lebih kuat, serta penghormatan terhadap komunitas etnis, kohesi nasional, dan martabat Iran.
Gorgij, imam salat Sunni di Masjid Mohammad Rasoulallah di Zahedan, tewas dibunuh oleh orang-orang bersenjata tak dikenal pada Senin malam. Serangan itu terjadi di luar kediamannya.
Pembunuhan Gorgij terjadi hanya beberapa hari setelah tokoh agama lainnya, ulama Kurdi Mamosta Mohammad Nozhati, tewas dibunuh di Provinsi Azerbaijan Barat, Iran barat laut.
Belum ada kelompok atau individu yang mengaku bertanggung jawab atas kedua pembunuhan tersebut, dan penyelidikan atas kedua kasus itu masih terus berlangsung.




