KASAL: Pesawat TNI AL yang Jatuh Masih Miliki 190 Jam Terbang, Operasional Dihentikan Dulu

KASAL menyebut pesawat latih jenis Bonanza G-36 T-2503 yang jatuh di Selat Madura, baru selesai menjalani pemeliharaan berkala pada Agustus 2022. 

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono menyebut pesawat latih jenis Bonanza G-36 T-2503 baru selesai menjalani pemeliharaan berkala pada Agustus 2022. 

Sebelum jatuh, pesawat Bonanza tersebut tercatat masih memiliki 190 jam terbang sebelum kembali melaksanakan pemeliharaan berkala. 

“Pesawat itu baru selesai harla (pemeliharaan berkala) Agustus lalu, karena itu pemeliharaan berkala. Jam terbangnya masih cukup banyak 190 jam terbang,” kata Yudo di Markas Besar Angkatan Laut (Mabesal), Jakarta, Kamis (8/9/2022). 

Pasca-kecelakaan tersebut, Yudo memutuskan untuk menghentikan sementara seluruh pesawat Bonanza, baik dalam rangka operasi maupun demonstrasi.

Langkah penghentian sementara operasional pesawat dilakukan untuk kepentingan investigasi terhadap pesawat Bonanza yang jatuh di Selat Madura. 

“Kita prioritas untuk investigasi. Sehingga, kalau hanya demo bisa kita tunda dulu, kita hentikan dulu,” ujarnya. Jumlah pesawat Bonanza yang dimiliki TNI AL kini tersisa enam unit. Keenam unit pesawat itu bermarkas di Markas Komando Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal), Sidoarjo, Jawa Timur.

Share: