Kapal mengirimkan sekitar 300.000 kiloliter minyak mentah, jumlah yang setara dengan konsumsi domestik Jepang sehari.
Jepang, Suarathailand- Sebuah kapal tanker Idemitsu menjadi yang pertama tiba di Jepang dengan minyak mentah Saudi setelah melewati Selat Hormuz selama konflik baru-baru ini.
Kapal tersebut, Idemitsu Maru, melewati blokade de facto pada akhir April tanpa membayar biaya perjalanan ke Iran.
Kapal tersebut mengirimkan sekitar 300.000 kiloliter minyak mentah, jumlah yang kira-kira setara dengan konsumsi domestik Jepang selama satu hari.
Kapal-kapal lain yang menuju Jepang, termasuk kapal tanker minyak dan kapal tanker gas alam cair, juga baru-baru ini melewati selat tersebut.
Sebuah kapal pengangkut minyak mentah Idemitsu Tanker Co. tiba di Teluk Ise, Jepang tengah, pada Senin pagi, 25 Mei, menjadikannya kapal tanker minyak pertama yang tiba di Jepang setelah melewati Selat Hormuz selama konflik yang melibatkan pihak AS-Israel dan Iran.
Kapal tersebut, Idemitsu Maru, dioperasikan oleh unit dari Idemitsu Kosan Co. Kapal itu melewati selat tersebut pada akhir April tanpa membayar biaya pelayaran kepada Iran, menurut Idemitsu Kosan dan sumber lainnya. Jalur air tersebut saat ini berada di bawah blokade de facto.
Dengan muatan sekitar 300.000 kiloliter minyak mentah Saudi, kira-kira setara dengan konsumsi domestik Jepang selama satu hari, kapal tanker tersebut berlabuh di lepas pantai Chita, Prefektur Aichi.
Minyak mentah tersebut akan dibongkar di Kompleks Aichi di Chita, di mana akan diproses menjadi bensin dan bahan baku petrokimia.
Kapal-kapal lain yang membawa minyak menuju Jepang juga telah menggunakan rute tersebut. Eneos Endeavour, yang dimiliki oleh perusahaan grup Eneos Corp., melewati Selat Hormuz awal bulan ini dan diperkirakan akan mencapai Jepang pada akhir bulan ini atau awal Juni.
Pada hari Senin juga diketahui bahwa sebuah kapal tanker gas alam cair yang dioperasikan oleh Mitsui O.S.K. Lines Ltd. telah melewati selat tersebut.




