Jepang Kesal, Desak Rusia Bebaskan Jurnalis Ditahan atas Dugaan Spionase


AS, Suarathailand- Anadolu Menteri Luar Negeri (Menlu) Jepang Toshimitsu Motegi mendesak Rusia segera membebaskan seorang jurnalis surat kabar Jepang yang ditahan Dinas Keamanan Federal (FSB) Rusia sejak 13 Oktober lalu.

Menlu Motegi menyatakan hal itu dalam pertemuannya dengan Menlu Rusia Sergey Lavrov di sela-sela pertemuan para menlu anggota G20 di Georgia, Amerika Serikat, Jumat (30/10).

Pertemuan Motegi dan Lavrov itu menjadi pertemuan resmi pertama menlu kedua negara dalam kurun waktu sekitar lima tahun. Terakhir, menlu kedua negara bertemu pada September 2021.

Pertemuan itu berlangsung di tengah memburuknya hubungan bilateral kedua negara setelah pemberlakuan sanksi terhadap Rusia oleh Jepang dan negara-negara anggota Kelompok Tujuh lainnya terkait perang antara Rusia dan Ukraina.

Hubungan Jepang dan Rusia yang semakin memanas itu kembali mendapat pukulan pada awal bulan Oktober ketika seorang jurnalis Jepang ditahan di Pulau Sakhalin, Timur Jauh Rusia, atas dugaan spionase.

Jurnalis yang ditahan tersebut merupakan seorang warga negara Jepang dan tercatat sebagai wartawan Hokkaido Shimbun yang berkantor di Sapporo. Pejabat Kedutaan Besar Jepang di Moskow baru diizinkan berkunjung pada Senin (2/11).

Kemlu Jepang menyatakan Motegi dan Lavrov sepakat untuk terus menjalin komunikasi meski hubungan kedua negara sedang tegang.

Terkait perang di Ukraina, yang dipicu oleh dimulainya invasi besar-besaran oleh Moskow pada 2022, Motegi meminta Rusia mengambil langkah-langkah untuk mewujudkan perdamaian adil dan langgeng.

Motegi juga menegaskan posisi Jepang terkait isu-isu bilateral yang masih belum terselesaikan, termasuk berkaitan dengan pulau-pulau di lepas Pantai Hokkaido yang dikuasai Rusia, menurut kementerian tersebut.

Jepang memprotes kunjungan pertama Presiden Rusia Vladimir Putin ke salah satu pulau yang diklaim Jepang pada Agustus lalu.

Sementara itu, Kemlu Rusia menyatakan bahwa dalam pertemuan tersebut Lavrov menekankan agar Jepang menghentikan kebijakan tidak bersahabat terhadap Rusia jika ingin melanjutkan dialog secara menyeluruh.


Share: