IRGC: Klaim Trump Ssoal Hormuz Operasi Psikologis untuk Kendalikan Harga BBM

Lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz terus menghadapi pembatasan yang serius. Citra satelit dari Senin pagi juga menunjukkan bahwa tidak ada kapal baru yang terpantau berada di selat tersebut.


Teheran, Suarathailand- Pejabat bidang politik Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyebut klaim Presiden AS mengenai situasi di Selat Hormuz sebagai bagian dari "operasi psikologis yang bertujuan mengendalikan harga minyak," serta menantang Amerika Serikat untuk mengirim kapal perang mendekati wilayah tersebut guna membuktikan pernyataannya.

Ali Mohammadi, menanggapi pernyataan Donald Trump tentang Selat Hormuz, menegaskan otoritas angkatan bersenjata Iran dan menyatakan bahwa klaim Amerika mengenai dominasi atas jalur perairan strategis ini tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan.

Dalam wawancara dengan koresponden Kantor Berita Fars di Bandar Abbas, Mohammadi menyinggung komentar Trump dan berkata: "Dalam masalah ini, kita harus memperhatikan kenyataan di lapangan. Jika Amerika benar-benar menguasai Selat Hormuz, mereka seharusnya membawa salah satu kapal perang mereka lebih dekat ke wilayah ini."

Mohammadi menekankan bahwa kapal-kapal Amerika selama ini menjaga jarak dari Selat Hormuz, seraya menambahkan: "Otoritas Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran sedemikian rupa sehingga mereka mampu memaksakan kehendak mereka di medan tempur sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan."

Ia lebih lanjut menyatakan: "Harga minyak pun tidak akan turun begitu saja."

Berdasarkan citra satelit terkini, lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz terus menghadapi pembatasan yang serius. Citra satelit dari Senin pagi juga menunjukkan bahwa tidak ada kapal baru yang terpantau berada di selat tersebut.

Share: