Teheran tengah mendorong kerja sama mata uang secara bilateral dan multilateral dengan negara-negara anggota BRICS.
India, Suarathailand- Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Sabt menyatakan Iran tengah berupaya gabung dalam keanggotaan New Development Bank (NDB) milik BRICS.

“Kami sedang mengupayakan hal ini,” kata Araghchi dikutip dari kanal Telegram resminya saat menjawab pertanyaan media mengenai kemungkinan Iran bergabung dengan bank BRICS.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan dalam forum bisnis BRICS di New Delhi bahwa NDB diharapkan menjadi struktur utama untuk membiayai sejumlah proyek infrastruktur dan energi di negara-negara anggota kelompok tersebut menggunakan mata uang nasional.
Gubernur Bank Sentral Iran Abdolnaser Hemmati Sebelumnya pada Agustus 2026 mengatakan Iran akan segera bergabung dengan NDB milik BRICS.
Teheran tengah mendorong kerja sama mata uang secara bilateral dan multilateral dengan negara-negara anggota BRICS.
Iran yang selama bertahun-tahun menanggung dampak negatif dari sanksi berskala besar, secara rutin menyerukan pembentukan mekanisme keuangan yang independen dan berkelanjutan untuk menghadapi pembatasan tersebut.
BRICS merupakan asosiasi antarpemerintah yang dibentuk pada 2006 oleh Brasil, Rusia, India, dan China, dengan Afrika Selatan bergabung pada 2011.
Sejumlah negara lain bergabung dengan BRICS sejak 2024. India memegang kepemimpinan bergilir BRICS tahun ini dan menggelar KTT BRICS ke-18 pada 12–13 September di New Delhi.


