Iran Siap Respons dan ‘Beri Pelajaran’ Segala Bentuk Agresi, Musuh akan Terkejut

"Angkatan bersenjata kami siap mengambil respons yang memberi pelajaran terhadap agresi apa pun," ujar Qalibaf, sembari menekankan, "Kami siap untuk semua opsi. Mereka akan terkejut."


Iran, Suarathailand- Melalui platform media sosial X, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf mengatakan angkatan bersenjata negara itu siap memberikan respons yang “memberi pelajaran” terhadap segala bentuk agresi.

Komentar Qalibaf muncul setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Senin menolak respons Iran terhadap proposal AS pada Minggu (10/5), seraya memperingatkan bahwa gencatan senjata antara kedua negara "sedang dalam kondisi kritis."

"Angkatan bersenjata kami siap mengambil respons yang memberi pelajaran terhadap agresi apa pun," ujar Qalibaf, sembari menekankan, "Kami siap untuk semua opsi. Mereka akan terkejut."

Iran mengirimkan responsnya terhadap draf proposal terbaru AS untuk mengakhiri perang kepada mediator Pakistan pada Minggu.

Saat menguraikan proposal perdamaian Iran dalam konferensi pers mingguan pada Senin, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan negaranya hanya menuntut hak-hak "sah" rakyatnya dalam proposal tersebut.

Baghaei menambahkan mengakhiri perang di Asia Barat, menghentikan "pembajakan maritim" AS terhadap kapal-kapal Iran dalam bentuk blokade laut, membebaskan aset milik rakyat Iran yang telah dibekukan di bank-bank asing selama bertahun-tahun, memastikan lalu lintas yang aman di Selat Hormuz, serta membangun perdamaian dan keamanan di seluruh kawasan bukanlah "tuntutan yang berlebihan."

Sementara itu, kepala badan atom Iran pada Senin mengatakan teknologi nuklir dan pengayaan uranium negaranya tidak dapat dinegosiasikan, lapor kantor berita resmi Iran, IRNA.

"Isu teknologi nuklir tidak ada dalam agenda negosiasi (dengan AS), dan pengayaan tidak dapat dinegosiasikan," ujar Mohammad Eslami, kepala Organisasi Energi Atom Iran, seperti yang dikutip dalam laporan tersebut.

Iran, AS, dan Israel mencapai gencatan senjata pada 8 April setelah 40 hari berperang yang dimulai dengan serangan gabungan AS-Israel terhadap Teheran dan kota-kota lain di Iran pada 28 Februari.

Setelah gencatan senjata, delegasi Iran dan AS mengadakan satu putaran pembicaraan perdamaian di Islamabad, ibu kota Pakistan, pada 11 dan 12 April, yang gagal menghasilkan kesepakatan.

Dalam beberapa pekan terakhir, kedua pihak dilaporkan saling mengajukan sejumlah usulan rencana yang menguraikan syarat-syarat untuk mengakhiri konflik melalui Pakistan.

Share: