Iran Sebut Uni Eropa Munafik Abaikan Kekejaman Agresi AS-Israel ke Iran

Iran mengecam Uni Eropa karena "mengabaikan kekejaman terhadap warga Iran"


Teheran, Suarathailand- Kementerian Luar Negeri Iran mengumumkan seruan Uni Eropa untuk mematuhi hukum internasional, termasuk tuntutan untuk menyediakan jalur pelayaran yang tidak terhalang dan bebas bagi kapal-kapal melalui Selat Hormuz, adalah puncak kemunafikan.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Esmail Baqaei mencatat bahwa Uni Eropa sedang memberi ceramah kepada Iran mengenai perilakunya terkait Selat Hormuz, sementara Brussel "diam-diam memberi lampu hijau" pada serangan Amerika-Israel.

Pernyataan tersebut muncul setelah Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas mengklaim bahwa Iran melanggar hukum internasional dengan menerapkan pembatasan transit angkatan laut melalui jalur air strategis tersebut.

Iran telah menutup pos pemeriksaan bagi kapal-kapal milik musuh dan sekutunya sejak dimulainya perang AS-Israel pada akhir Februari.

Juru bicara Iran juga mengecam Brussel karena "mengabaikan kekejaman terhadap warga Iran".

"Hentikan ceramah-ceramah itu; kegagalan kronis Eropa untuk mempraktikkan apa yang mereka khotbahkan telah mengubah pembicaraan 'hukum internasional' mereka menjadi puncak kemunafikan," tambahnya.

"Tidak ada aturan hukum internasional yang melarang Iran, negara pantai, untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menghentikan penggunaan Selat Hormuz untuk melancarkan serangan militer terhadap Iran," tegas Baqaei.

Gagasan tentang "lintasan transit tanpa syarat" melalui selat tersebut, simpulnya, "berakhir saat agresi AS-Israel membawa aset militer AS ke halaman belakang selat tersebut," pungkasnya.

Share: