Juru bicara tersebut menyatakan kesepahaman antara Iran dan Oman telah rampung disusun meskipun pertemuan itu dibatalkan.
Teheran, Suarathailand- IRNA melaporkan Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei menyatakan rencana pertemuan di Oman yang melibatkan para menteri luar negeri dari negara-negara Teluk dan Teheran dibatalkan atas permintaan Arab Saudi.
Baghaei, mengatakan dalam sebuah taklimat media bahwa Riyadh meminta agar pertemuan tersebut tidak dilaksanakan untuk saat ini.
"Arab Saudi meminta agar pertemuan itu tidak diadakan untuk sementara waktu adalah benar," kata Baghaei.
Esmail Baghaei menepis upaya untuk mengaitkan Iran dengan perkembangan terkini antara Arab Saudi dan Yaman, seraya menyatakan bahwa masalah Yaman memiliki "akar konflik yang telah berlangsung lama."
Belum ada tanggapan segera dari pihak Arab Saudi.
Esmail Baghaei mengatakan pertemuan yang direncanakan tersebut diharapkan dapat menjadi kesempatan bagi Iran dan Oman untuk memaparkan kesepahaman yang dicapai setelah negosiasi selama berminggu-minggu mengenai jalur pelayaran di Selat Hormuz serta peran kedua negara sebagai negara pesisir.
Esmail Baghaei menyebutkan Teheran berharap negara-negara kawasan akan "menyadari peluang tersebut" dan memanfaatkan pertemuan itu untuk membahas upaya menciptakan kawasan yang aman tanpa campur tangan pihak luar.
Juru bicara tersebut menyatakan bahwa kesepahaman antara Iran dan Oman telah rampung disusun meskipun pertemuan itu dibatalkan.
"Kami akan memutuskan, melalui konsultasi dengan Oman, mengenai langkah selanjutnya serta cara mengumumkan atau mencatatkan kesepahaman ini," tambahnya.
Iran dan Oman telah melakukan pembicaraan mengenai pengaturan sementara untuk mengelola pelayaran di jalur air tersebut sejak runtuhnya nota kesepahaman pada Juni, yang disepakati oleh Washington dan Teheran untuk mengakhiri perang yang bermula pada Februari.



