Iran Sebut Pelanggaran Komitmen AS Hambatan Utama Perdamaian di Kawasan

Republik Islam Iran untuk tetap bersatu dengan Poros Perlawanan hingga kemenangan penuh.


Teheran, Suarathailand- Press TV melaporkan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf mengatakan pelanggaran komitmen berulang kali oleh Amerika Serikat dan Israel tetap menjadi hambatan utama untuk membangun perdamaian dan keamanan yang langgeng di kawasan tersebut, sambil menegaskan tekad Republik Islam untuk tetap bersatu dengan Poros Perlawanan hingga kemenangan penuh.

Dalam pertemuan dengan Kepala Angkatan Darat Pakistan Asim Munir pada hari Kamis di Teheran, Qalibaf menegaskan kembali bahwa pengembangan hubungan komprehensif dengan negara-negara tetangga adalah kebijakan yang stabil dan tegas dari Republik Islam.

“Kebijakan ini sangat penting dengan negara sahabat dan saudara kita, Pakistan, karena ikatan yang dalam antara kedua negara kita dan kebijakan yang selaras dari pemerintah kita,” katanya.

Qalibaf menekankan bahwa Republik Islam berupaya mewujudkan perdamaian yang tulus dan komprehensif bagi Iran dan seluruh kawasan.

“Saya berharap mereka yang memulai perang dan sekarang dengan putus asa berusaha menghentikannya akan benar-benar mengakhiri perilaku membangun ketidakpercayaan di masa lalu melalui tindakan dan perbuatan mereka,” tambahnya.

Sambil menggarisbawahi tekad Iran untuk mencapai perdamaian dan keamanan yang lengkap, Qalibaf mencatat bahwa “pihak lain selalu mencegah hasil dari upaya-upaya ini dengan pelanggaran komitmennya.”

Ketua Parlemen Iran tersebut menunjukkan bahwa penetapan gencatan senjata komprehensif di seluruh zona konflik adalah klausul kunci dalam perjanjian gencatan senjata awal Iran-AS yang dimediasi oleh Pakistan.

Dalam percakapan telepon dengan Ketua Parlemen Lebanon Nabih Berri, Qalibaf menegaskan kembali bahwa “Lebanon merupakan bagian integral dari gencatan senjata komprehensif ini dan memainkan peran penting dalam memajukan perdamaian berkelanjutan di kawasan tersebut.”


Gencatan senjata adalah hasil dari keteguhan Hizbullah

Qalibaf selanjutnya mengatakan, “Seperti yang saya katakan tadi malam, gencatan senjata hanyalah hasil dari keteguhan Hizbullah dan persatuan Poros Perlawanan.”

Ia menambahkan, “Kita akan mendekati gencatan senjata ini dengan hati-hati dan akan tetap bersatu hingga kemenangan penuh tercapai.”

“Saya berterima kasih atas upaya mediasi pemerintah Pakistan dan Jenderal Asim Munir untuk mengamankan gencatan senjata ini. Kami tetap berkomitmen pada janji kami,” katanya.

Kepala Angkatan Darat Pakistan menyatakan bahwa kemartiran Pemimpin Revolusi Islam, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, menyebabkan duka mendalam bagi rakyat Pakistan dan menyebabkan demonstrasi dan protes di berbagai kota.

“Sejak hari pertama, saya memerintahkan agar tidak terjadi insiden keamanan di sepanjang perbatasan Iran-Pakistan,” kata Munir.

Ia menegaskan bahwa ia sepenuhnya memahami pentingnya gencatan senjata di Lebanon dan akan secara pribadi menindaklanjuti pelaksanaannya.

Panglima Angkatan Darat Pakistan mencatat bahwa konsultasi serius sedang berlangsung dan ia berharap dapat bertemu kembali dengan Ketua Parlemen Qalibaf dan pejabat Iran lainnya segera di Islamabad.


Upaya diplomatik terus berlanjut

Islamabad muncul sebagai tempat yang kemungkinan besar akan menjadi lokasi diskusi selanjutnya setelah putaran pertama pembicaraan di sana pada akhir pekan gagal mencapai kesepakatan akhir karena "tuntutan yang berlebihan" dari Amerika Serikat.

Momentum diplomatik ini muncul ketika gencatan senjata selama dua minggu antara Iran dan Amerika Serikat, yang berhasil ditengahi oleh Pakistan, masih berlaku.

Gencatan senjata tersebut menyusul 40 hari pertempuran sengit yang dimulai pada 28 Februari, ketika Amerika Serikat dan rezim Israel melancarkan perang agresi brutal terhadap Republik Islam.

Agresi tersebut termasuk pembunuhan pengecut terhadap Ayatollah Seyyed Ali Khamenei dan serangan terhadap fasilitas nuklir, sekolah, rumah sakit, dan infrastruktur sipil.

Sebagai respons yang kuat, angkatan bersenjata Iran meluncurkan Operasi Janji Sejati 4, melakukan lebih dari 100 gelombang serangan balasan dengan ratusan rudal balistik dan hipersonik serta drone yang menargetkan pangkalan militer AS di seluruh Asia Barat dan posisi Israel di wilayah pendudukan.

Share: