Iran memberi tahu PBB dan IMO bahwa kapal-kapal non-musuh dapat melintasi Selat Hormuz jika mereka berkoordinasi dengan Teheran di tengah meningkatnya gangguan perang.
Hormuz, Suarathailand- Iran telah memberi tahu Dewan Keamanan PBB dan Organisasi Maritim Internasional bahwa kapal-kapal yang dianggap "non-musuh" dapat diizinkan untuk melintasi Selat Hormuz, dengan syarat mereka berkoordinasi terlebih dahulu dengan otoritas Iran.
Menurut laporan Reuters pada 24 Maret, Kementerian Luar Negeri Iran mengirimkan surat resmi kepada 15 anggota Dewan Keamanan PBB dan Sekretaris Jenderal PBB António Guterres pada hari Minggu. Dokumen tersebut kemudian diedarkan di antara 176 negara anggota IMO pada hari Selasa, dengan Financial Times pertama kali melaporkan penyebarannya yang lebih luas.
Dalam surat tersebut, Iran menyatakan bahwa "kapal-kapal non-musuh, termasuk kapal-kapal negara lain, dapat diizinkan untuk melewati Selat Hormuz dengan aman", dengan syarat mereka tidak terlibat atau mendukung tindakan terhadap Iran dan sepenuhnya mematuhi semua peraturan keselamatan yang dinyatakan. Kapal-kapal tersebut juga harus berkoordinasi dengan otoritas Iran terkait sebelum transit.
Namun, Teheran menegaskan bahwa kapal, peralatan, atau aset apa pun yang dimiliki atau terkait dengan Amerika Serikat, Israel, atau pihak lain yang terlibat dalam apa yang digambarkan sebagai agresi terhadap Iran tidak akan diberikan hak lintas damai atau diperlakukan sebagai non-musuh.
Iran mengatakan kapal non-musuh dapat melewati Hormuz — dengan persetujuan Teheran
Perkembangan ini terjadi di tengah meningkatnya konflik antara Iran dan pasukan AS-Israel, yang telah sangat mengganggu aliran energi global. Hampir seperlima pengiriman minyak dan gas alam cair (LNG) dunia melewati Selat Hormuz, menjadikannya salah satu rute transit energi paling penting di dunia.
Dengan pengiriman melalui selat yang sekarang sebagian besar terganggu, situasi ini menimbulkan kekhawatiran signifikan atas stabilitas pasokan energi global dan volatilitas lebih lanjut di pasar minyak internasional.



