Komentar Mokhber itu muncul setelah pembatasan terhadap maskapai penerbangan Iran diperluas pekan ini di tengah sanksi AS yang menargetkan operasi internasional Iran.
Teheran, Suarathailand- Penasihat senior pemimpin tertinggi Iran, Mohammad Mokhber, dalam sebuah unggahan di platform X menyatakan Iran memperingatkan perjalanan udara di kawasan tersebut dapat terganggu jika maskapai penerbangan Iran terus dilarang mengakses penerbangan dan layanan bandara.
Iran tidak akan menerima negara-negara kawasan yang berpihak pada kebijakan Amerika Serikat memusuhi Iran,
"Strategi kami dalam masalah ini jelas, perjalanan udara di kawasan ini tersedia bagi semua pihak atau tidak bagi siapa pun. Jika Iran tidak dapat melakukan perjalanan udara dan menerima layanan bandara, maka tidak ada negara di kawasan ini yang dapat melakukannya juga," kata Mokhber.
Keputusan negara-negara kawasan untuk berpihak pada AS dalam menerapkan "kebijakan bermusuhan" akan terus diingat oleh rakyat Iran, katanya.
Komentar Mokhber itu muncul setelah pembatasan terhadap maskapai penerbangan Iran diperluas pekan ini di tengah sanksi AS yang menargetkan operasi internasional Iran.
Bandara Internasional Najaf di Iran menangguhkan semua penerbangan dari dan ke Iran pada Jumat (25/9) hingga pemberitahuan lebih lanjut, dengan alasan adanya arahan dari pihak berwenang.
Uni Emirat Arab juga menangguhkan penerbangan maskapai baik dari maupun menuju Iran pada Kamis (24/9) hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Otoritas Penerbangan Sipil Umum negara itu menyebutkan adanya pembatasan AS yang diberlakukan terhadap maskapai penerbangan Iran sebagai alasannya.



