Pernyataan tersebut muncul setelah Mennteri Israel Itamar Ben-Gvir menganjurkan pembunuhan terhadap "30 hingga 40" orang setiap malam di Gaza.
Teheran, Suarathailand- Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Hukum dan Internasional, Kazem Qaribabadi, menyatakan kemarahannya setelah seorang menteri ekstremis Israel menyarankan agar rezim Zionis menghabisi nyawa warga Palestina di Jalur Gaza berdasarkan "kuota pembunuhan malam hari".
"Pengakuan-pengakuan ini harus didokumentasikan dan disimpan untuk saat ketika para penjahat ini diadili kelak," tulis Qaribabadi di platform X pada hari Senin.
Pernyataan tersebut muncul setelah Itamar Ben-Gvir menganjurkan pembunuhan terhadap "30 hingga 40" orang setiap malam di wilayah kantong yang sedang dikepung dan dibombardir itu.
Pada akhir Maret, Knesset (parlemen) Israel mengesahkan undang-undang yang diusulkan oleh partai Jewish Power pimpinan Ben-Gvir.
Undang-undang tersebut menetapkan hukuman mati dengan cara digantung bagi warga Palestina yang terbukti membunuh pemukim ilegal, dengan ketentuan bahwa pengadilan militer mengklasifikasikan tindakan tersebut sebagai "terorisme" atau menyimpulkan bahwa tindakan itu didorong oleh sikap "menolak keberadaan Israel".
Qaribabadi juga mengecam keras pejabat Israel tersebut karena menganjurkan pengusiran warga Palestina dari Jalur Gaza dan pembangunan permukiman ilegal di wilayah pesisir itu, merujuk pada pernyataan sang menteri yang mengatakan, "Saya menganggap seluruh Gaza sebagai milik kita."



