Iran: Selat Hormuz Tak akan Aman Selama AS Melanjutkan Perang

Jubir Oran menegaskan situasi yang terjadi di Selat Hormuz merupakan akibat dari tindakan dan agresi Amerika Serikat serta rezim Israel terhadap Iran.


Teheran, Suarathailand- Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baqaei, mengatakan pada hari Senin bahwa keamanan tidak akan kembali ke Selat Hormuz selama Amerika Serikat melanjutkan perangnya.

Dalam konferensi pers mingguan, Baqaei menegaskan bahwa situasi yang terjadi di Selat Hormuz merupakan akibat dari tindakan dan agresi Amerika Serikat serta rezim Israel terhadap Iran.

Menanggapi klaim Presiden AS Donald Trump mengenai Selat Hormuz, Baqaei menyatakan bahwa pernyataan pihak Amerika tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. 

"Mereka boleh saja terus mengatakan bahwa Iran telah kehilangan daya tawar, namun kami akan tetap menjalankan tugas kami. Pasar memiliki aturan dan dinamikanya sendiri serta tidak memedulikan klaim-klaim semacam itu," ujarnya.

Baqaei mengatakan bahwa perkembangan situasi di Selat Hormuz tidak dimaksudkan untuk menciptakan daya tawar. "Apa yang kita saksikan di Selat Hormuz adalah akibat dari tindakan dan agresi Amerika Serikat serta rezim Israel, dan kami telah mengambil langkah-langkah yang sesuai dengan hukum internasional," katanya.

"Selama Amerika Serikat melanjutkan perangnya, keamanan tidak akan kembali ke jalur perairan ini," tambah juru bicara tersebut.

Baqaei mengatakan Iran tidak senang dengan situasi ini, namun Amerika Serikat telah menimbulkan masalah bagi kawasan maupun dunia melalui agresinya.

Menanggapi pula laporan mengenai penyelundupan bahan bakar AS melalui Selat Hormuz dengan bantuan Uni Emirat Arab, Baqaei menyatakan tidak diragukan lagi bahwa Amerika Serikat telah menyalahgunakan selat tersebut, baik untuk merencanakan operasi militer terhadap Iran maupun untuk memfasilitasi transit ilegal dan penyelundupan bahan bakar.

Ia menegaskan bahwa Selat Hormuz berada di bawah pengawasan pasukan Iran, yang akan mengambil segala langkah yang diperlukan untuk melindungi kepentingan Iran.

Merujuk pada pernyataan kesiapan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk memasok bahan bakar ke pasar AS dan pasar global, Baqaei bertanya: "Jika tidak ada masalah di Selat Hormuz, mengapa pihak Amerika harus menghubungi Rusia?"

Share: