Iran Desak AS Tak Biarkan Netanyahu 'Membunuh Diplomasi'

"Sidang pidana korupsi Netanyahu akan dilanjutkan pada Minggu (12/4). Gencatan senjata di seluruh kawasan, termasuk di Lebanon, akan mempercepat pemenjaraannya," kata Araghchi.


Dalam unggahan Media Sosial X, Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Seyed Abbas Araghchi, Kamis (9/4), memperingatkan Amerika Serikat (AS) agar tidak membiarkan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu "membunuh diplomasi".

Araghchi menyampaikan itu di tengah gencatan senjata yang mulai berlaku setelah 40 hari pertempuran.

"Sidang pidana korupsi Netanyahu akan dilanjutkan pada Minggu (12/4). Gencatan senjata di seluruh kawasan, termasuk di Lebanon, akan mempercepat pemenjaraannya," kata Araghchi.

Dia menambahkan bahwa jika AS membiarkan Netanyahu membunuh diplomasi, pada akhirnya itu akan menjadi pilihannya (AS).

"Kami merasa pilihan tersebut bodoh, tetapi kami siap menghadapinya," kata Araghchi.

Sementara itu, Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf menulis di X bahwa "waktu hampir habis", seraya menekankan Lebanon dan "poros-poros perlawanan" merupakan bagian yang "tidak terpisahkan" dari gencatan senjata.

Pada Kamis yang sama, Araghchi juga membahas gencatan senjata dengan menlu-menlu Rusia, Prancis, Spanyol, dan Jerman melalui panggilan telepon terpisah, ungkap pernyataan yang dirilis oleh Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Iran.

Araghchi mengatakan kepada Menlu Rusia Sergei Lavrov bahwa Iran mengambil pendekatan yang bertanggung jawab, dan bahwa jalur aman melalui Selat Hormuz, yang dijanjikan selama dua pekan dalam gencatan senjata, akan diberikan jika AS mematuhi komitmennya.

Dalam percakapan telepon dengan Menlu Prancis Jean-Noel Barrot, Araghchi menyatakan penyesalannya atas pelanggaran gencatan senjata oleh Israel dan serangan terhadap Lebanon, serta mendesak aksi internasional. Barrot menyambut baik gencatan senjata tersebut dan menekankan perlunya menghentikan serangan Israel terhadap Lebanon.

Menlu Spanyol Jose Manuel Albares menyebut serangan terhadap Iran sebagai "ilegal", dan mendesak semua pihak untuk tetap berkomitmen pada jalur diplomatik.

Gencatan senjata selama dua pekan antara AS dan Iran mulai berlaku pada Rabu (8/4), dengan pembicaraan damai dijadwalkan akan dimulai akhir pekan ini di Islamabad, Pakistan. Pihak Iran dilaporkan akan dipimpin oleh Qalibaf.

Israel menyatakan bahwa gencatan senjata itu tidak mencakup konflik di Lebanon, sebuah posisi yang dibantah oleh Iran dan mediator Pakistan. Beberapa jam setelah gencatan senjata berlaku, Israel melancarkan serangan terbesarnya dalam sehari terhadap Lebanon, yang menewaskan lebih dari 300 orang dan melukai lebih dari 1.100 lainnya.

Share: