Iran Sebut BRICS Harus Berperan dalam Menjaga Stabilitas Timteng

Presiden Rusia Vladimir Putin menggambarkan pembunuhan Khamenei sebagai pelanggaran hukum internasional yang keji.


Teheran, Suarathailand- Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi meyakini bahwa BRICS harus memainkan peran konstruktif dalam mempromosikan stabilitas dan keamanan di kawasan Timur Tengah.

"Merujuk pada peran dan posisi BRICS sebagai organisasi yang bertujuan memperluas kerja sama komprehensif, Araghchi mencatat bahwa badan ini sekarang harus memainkan peran konstruktif dalam mendukung stabilitas dan keamanan regional," tulis kementerian tersebut di Telegram setelah percakapan telepon antara Araghchi dan Menteri Luar Negeri India, Subrahmanyam Jaishankar.

Sebelumnya pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan brutal terhadap target di Iran, termasuk di Teheran, menyebabkan berbagai kerusakan dan banyak korban sipil.

Iran menanggapi agresi tersebut dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah.

AS dan Israel awalnya mengklaim serangan "pre-emptif" mereka diperlukan untuk melawan ancaman yang dirasakan dari program nuklir Iran, tetapi mereka segera memperjelas bahwa mereka ingin melihat penggantian tampuk kekuasaan di Iran.

Serangan AS-Israel telah membuat Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei gugur pada hari pertama operasi militer. Republik Islam Iran menyatakan 40 hari masa berkabung.

Presiden Rusia Vladimir Putin menggambarkan pembunuhan Khamenei sebagai pelanggaran hukum internasional yang keji.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Rusia mengutuk operasi AS-Israel dan menyerukan de-eskalasi segera dan penghentian permusuhan.


Share: