>Peringatan itu datang hanya beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan menyerang infrastruktur Iran.
>Selat ini menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan Samudra Hindia, mengangkut sekitar 12% perdagangan maritim global dan lebih dari 4 juta barel minyak mentah per hari.
Teheran, Suarathailand- Iran telah memberi sinyal kemungkinan penutupan Bab el-Mandeb melalui Houthi setelah Trump mengancam serangan terhadap infrastruktur Teheran, yang memicu kekhawatiran harga minyak bisa mencapai US$200 per barel.
Ketegangan di Timur Tengah meningkat tajam setelah Ali Akbar Velayati, penasihat pemimpin tertinggi Iran, memperingatkan bahwa "Front Perlawanan" memandang Selat Bab el-Mandeb sama pentingnya secara strategis dengan Selat Hormuz.
Peringatan itu datang hanya beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan menyerang infrastruktur Iran, termasuk pembangkit listrik dan jembatan, jika Teheran gagal membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Meskipun Iran tidak memiliki garis pantai langsung di Bab el-Mandeb, aliansinya dengan gerakan Houthi Yaman memberi Teheran kemampuan untuk memerintahkan serangan terhadap kapal tanker minyak dan kapal kargo yang menuju Laut Merah kapan saja, seperti yang terlihat sebelumnya selama perang Gaza.
Mengapa Bab el-Mandeb sangat penting bagi perekonomian global?
Secara strategis, Bab el-Mandeb merupakan jalur cadangan penting bagi perdagangan energi global ketika Selat Hormuz terganggu. Minyak dapat diangkut melalui darat ke pelabuhan Yanbu di Laut Merah Arab Saudi, tetapi pengiriman masih harus melewati Bab el-Mandeb untuk mencapai Samudra Hindia dan melanjutkan perjalanan ke pasar Asia.
Selat ini menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan Samudra Hindia, mengangkut sekitar 12% perdagangan maritim global dan lebih dari 4 juta barel minyak mentah per hari. Pada tahun 2024, sebanyak 4,1 juta barel minyak per hari melewati jalur ini.
Dalam bahasa Arab, Bab el-Mandeb sering diterjemahkan sebagai "Gerbang Kesedihan", sebuah nama yang berakar pada sejarah panjangnya sebagai jalur yang sulit dan berbahaya bagi para pelaut.
Jika Bab el-Mandeb ditutup seperti yang diancamkan, hal itu secara efektif akan memutuskan jalur minyak Timur Tengah dari dunia luar sama sekali.
Mimpi buruk harga minyak: bisakah harga minyak mentah mencapai US$200?
Analis di JPMorgan telah memperingatkan bahwa jika krisis berlanjut dan kedua titik hambatan benar-benar tertutup, harga minyak mentah global dapat melonjak drastis. Dalam jangka pendek, harga dapat naik menjadi US$120-US$130 per barel, naik dari level saat ini US$109.
Dalam skenario terburuk, jika krisis berlangsung hingga pertengahan Mei, harga dapat mencapai US$150. Iran juga sebelumnya telah memberi sinyal bahwa harga minyak dapat melonjak hingga US$200 per barel, lonjakan yang akan memicu inflasi parah dan krisis ekonomi global.




