Thailand menjadi negara hebat karena kehebatan kepemimpinan para raja Thailand yang tercatat dalam sejarah.
Pada awal Perang Dunia II, Thailand diperintah oleh Mayor Jenderal Phibun. Thailand saat itu mulai menjalankan sistem pemerintahan tentara yang dipengaruhi ideologi Fasis, Nazi, dan Jepang.
Mayjen Phibun meniru propaganda Hitler dan Mussolini untuk memperkuat kekuasaannya.
Pada 1940, banyak kawasan di Perancis yang ditaklukkan Nazi. Situasi ini dimanfaatkan Mayjen Phibun untuk membalas dendam terhadap tindakan Perancis dulu. Perancis pernah memaksa Thailand mundur dari sempadan di Laos dan Kamboja dengan menandatangani perjanjian tidak adil.
Oleh karena itu Thailand memerlukan bantuan Jepang untuk menentang Perancis. Kerajaan Thailand mulai berbaik dengan Jepang. Meski Jepang datang ke Thailand dengan tiba-tiba, Thailand sangat berterima kasih pada Jepang karena telah berhasil menekan Perancis. Thailand juga mendapatkan kembali daerah yang semula dikuasai Thailand yang direbut Perancis.
Thailand kemudian membantu Jepang dengan mengizinkan tentara Jepang melalui jalan dan menggunakan jalur keretanya menuju Malaysia.
KRISIS SETELAH PERANG
Setelah Perang Dunia II berakhir, Thailand mulai memperbaiki reputasi di dunia. Citra Thailand makin baik di negara-negara luar. Ia kemudian dimasukkan jadi anggota PBB pada 1946.
Namun perjalanan Thailand setelah Perang Dunia II tidak mudah. Thailand pernah menghadapi krisis besar. Pada tahun 1946, raja yang baru dilantik, Ananda Mahidol, ditemukan meninggal ditembak. Peristiwa ini sangat mengejutkan rakyat Thailand.
Thailand kemudian berkembang menjadi negara yang memiliki pertumbuhan ekonomi yang pesat dari 1960-an hingga 1990-an. Dan pada tahun 1990-an Thailand dikategorikan negara gelombang kedua dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat bersama dengan Indonesia dan Malaysia.




