Dari 357 PMI, 354 orang ditempatkan di Korea Selatan dan tiga perawat di Jerman.
Depok, Suarathailand- Kantor Berita Antara melaporkan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin melepas keberangkatan 357 pekerja migran Indonesia (PMI) ke Korea Selatan dan Jerman lewat program Government to Government (G to G) di BBPPMPV Bispar, Depok, Jawa Barat, Senin.
Menteri mengapresiasi seluruh peserta yang telah melewati tahapan panjang, mulai dari pendaftaran, seleksi, daftar tunggu hingga penerbitan Standard Labour Contract (SLC).
"Perjuangan ini bukanlah akhir, melainkan awal perjalanan menuju masa depan yang lebih baik. Niatkan kesempatan ini bukan hanya untuk bekerja, tetapi juga untuk belajar, menambah pengalaman, dan meningkatkan keterampilan," kata Mukhtarudin.
Dari 357 PMI, 354 orang ditempatkan di Korea Selatan dan tiga perawat di Jerman.
Menteri berharap para pekerja migran menjadi bagian dari sirkulasi talenta global dengan membawa pulang pengetahuan, kompetensi dan jejaring internasional untuk mendukung pembangunan Indonesia.
Mukhtarudin juga menyebut penyesuaian biaya tiket penerbangan pada 12 Oktober dipengaruhi kondisi global dan fluktuasi kurs dolar AS.
Pemerintah terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menjaga keterjangkauan biaya, kualitas layanan dan kelancaran pemberangkatan.
Menurut data KP2MI, hingga kini, penempatan PMI lewat program G to G Korea Selatan mencapai 4.144 orang. Mereka terdiri atas 2.294 pekerja manufaktur, 1.824 perikanan dan 26 jasa. Sementara, penempatan PMI lewat program G to G Jerman mencapai 138 orang, dengan total 500 orang sejak 2023.




