CENTCOM menyebut operasi itu dilakukan sebagai respons atas dugaan serangan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) terhadap sebuah kapal kontainer berbendera Siprus di Selat Hormuz.
Hormuz, Suarathailand- Amerika Serikat (AS) mengklaim meluncurkan serangan baru ke 140 target di Iran. Serangan ini sebagai balasan atas serangan Iran terhadap kapal komersil lain di Selat Hormuz.
Sejumlah ledakan dilaporkan terjadi di berbagai wilayah selatan Iran pada Minggu dini hari setelah Amerika Serikat melancarkan gelombang baru serangan, menurut media Iran.
Televisi pemerintah Iran melaporkan tiga ledakan terjadi di Bandar Abbas, dua di Sirik, dua di dekat Chabahar, serta lebih dari 10 ledakan di Jask, Provinsi Hormozgan.
Ledakan juga dilaporkan terjadi di Asaluyeh dan Bandar Dayyer.
Sementara itu, serangan udara dilaporkan menghantam sebuah barak militer di bagian selatan Provinsi Bushehr.
Ledakan lainnya terjadi di Desa Shah Abdollah di bagian selatan Provinsi Khuzestan.
Namun, hingga kini tidak ada laporan korban jiwa akibat insiden tersebut.
Kantor berita Mehr, mengutip seorang pejabat Provinsi Khuzestan, melaporkan bahwa Kota Hendijan, Mahshahr, dan Abadan juga menjadi sasaran serangan.
Menurut Mehr, suara ledakan juga terdengar di Pulau Qeshm. Serangan tersebut terjadi setelah Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan telah melancarkan gelombang ketiga operasi militer terhadap Iran pekan ini.
CENTCOM menyebut operasi itu dilakukan sebagai respons atas dugaan serangan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) terhadap sebuah kapal kontainer berbendera Siprus di Selat Hormuz.
Menurut CENTCOM, operasi tersebut bertujuan melemahkan kemampuan Iran untuk menyerang kapal-kapal niaga yang melintasi jalur pelayaran tersebut.



