G-20 Khawatir Soal Inflasi Global Akibat Krisis di Timur Tengah

G20 tidak mengeluarkan pernyataan bersama, yang mencerminkan sulitnya mencapai konsensus di antara para anggotanya di tengah ketegangan perdagangan dan geopolitik yang semakin mendalam.


Bangkok, Suarathailand- Kyodo News melaporkan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral dari G20, Kamis (15/10), menyampaikan kekhawatiran mengenai meningkatnya tekanan inflasi global, seiring dengan gejolak berkepanjangan di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga energi.

Di Bangkok, mereka membahas upaya bank sentral untuk meredam inflasi melalui kenaikan suku bunga, serta menegaskan kembali pentingnya stabilitas di pasar mata uang.

"Jepang perlu memantau pasar valuta asing dengan cermat," kata Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama kepada wartawan setelah menghadiri pertemuan G20 tersebut.

Jepang diwakili dalam pertemuan itu oleh Katayama dan Gubernur Bank of Japan, Kazuo Ueda. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, yang negaranya memegang presidensi G20, tidak hadir dalam pertemuan tersebut.

G20 tidak mengeluarkan pernyataan bersama, yang mencerminkan sulitnya mencapai konsensus di antara para anggotanya di tengah ketegangan perdagangan dan geopolitik yang semakin mendalam.

Kelompok itu mencakup negara-negara ekonomi maju dan berkembang utama, seperti AS, China, Jepang, dan Rusia.

Pada pertemuan sebelumnya, yang berlangsung pada 31 Agustus dan 1 September di Asheville, North Carolina, para peserta gagal menyepakati pernyataan bersama setelah China keberatan terhadap rumusan kalimat mengenai perdagangan dan isu-isu lainnya.


Share: