Fregat Siluman Omega Indonesia Mirip Destroyer Tercanggih USS Zumwalt

Fregat Omega mampu menjelajah di lautan selama 30 hari dengan daya tempuh 5.000 mil.

Indonesia memang sedang sibuk memperkuat pertahanannya dengan membuat kapal perang fregat.

Arrowhead dan FREMM menjadi fregat yang akan dipunyai Indonesia.

Namun Arrowhead lebih istimewa lagi karena akan dibuat di Indonesia.

Sebelum adanya ketok palu Arrowhead dan FREMM, Indonesia sebenarnya sudah ditawari fregat siluman dari Damen Schelde Naval Shipbuilding (DSNS) pada 2018 lalu.

DSNS menawarkan fregat siluman Omega yang khusus dibuat untuk Indonesia.

Dikutip dari Navy Recognition, DSNS memperkenalkan fregat siluman Omega saat pameran Indo Defence 2018.

DSNS menyebut proyek ini sebagai Future Frigate Indonesia (FFI) karena memang Omega ialah 'Line' lanjutan bagi SIGMA dan PKR 10514 TNI AL.

Dengan adanya program lanjutan ini DSNS ingin meraup juga program pengadaan fregat Indonesia.

Ditilik dari rancang bangunnya, Omega sendiri bukan fregat kacangan.

Ia ditenagai dengan empat mesin yang bisa membuatnya berlari di kisaran angka 29 knot.

Panjangnya yang mencapai 144 m, lebar 18,8 m dan bobot 6100 ton, jelas Omega bisa dilengkapi berbagai persenjataan dan sensor.

Ia mampu menjelajah di lautan selama 30 hari dengan daya tempuh 5.000 mil.

Pemasangan mesin di Omega juga berbeda, dua mesin ditempatkan di dekat buritan, lainnya dekat haluan.

Hal ini untuk meminimalisir kerusakan bila salah satu kamar mesin kena serangan musuh sehingga kapal masih bisa berlayar.

Kemudian untuk Pusat Informasi Tempur (PIT) juga dibuat sebanyak dua ruangan.

Alasannya sama seperti kamar mesin tadi, bila satunya rusak lainnya masih bisa operasional sehingga kapal tidak lumpuh.

Untuk urusan sensor fregat Omega dilengkapi dengan radar Thales Mirador EO.

Kemudian untuk menjejak kapal selam ada Thales Kingklip dan torpedo sebagai elemen penindak.

Kemudian di sisi persenjataan, Omega mampu dipasangi meriam 127 mm lansiran Leonardo, Italia.

Yang paling mencengangkan ialah adanya Close In Weapon System (CIWS) sebanyak dua jenis yakni Oerlikon Millenium Gun dan Leonardo Hitrole ditambah VLS Mica.

Dengan pertahanan udara akan serangan jet tempur dan rudal musuh seperti di atas jelas fregat Omega sulit ditumbangkan.

Kemudian untuk rudal anti kapal, Omega mampu membawa delapan buah Kongsberg NSM buatan Swedia.

Fregat Omega juga mampu menampung dua buah helikopter atau UAV di buritannya beserta RHIB.

Cukup komplit karena TNI AL memang membutuhkan kapal perang dengan kemampuan komplit.

Rancang bangun fregat Omega yang futuristik memang untuk menghindari tangkapan radar musuh.

Sekilas tampang fregat siluman Omega Indonesia mirip dengan destroyer USS Zumwalt US Navy. (zonajakarta, Navy Recognition)

Share: