Kapal yang membawa pupuk dan energi perlu segera kembali melintas agar pasokan tidak terganggu lebih lama.
FAO, Suarathailand- Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) memperingatkan gangguan pelayaran di Selat Hormuz berisiko memicu krisis pangan global akibat terhambatnya pasokan pupuk dan energi serta kenaikan harga pangan.
FAO mengatakan kapal yang membawa pupuk dan energi perlu segera kembali melintas agar pasokan tidak terganggu lebih lama.
Kepala Ekonom FAO, Maximo Torero, mengatakan waktu sangat penting dan negara miskin paling rentan terdampak karena bergantung pada pasokan tersebut untuk musim tanam.
Ia menambahkan hasil panen bisa menurun dan harga pangan naik tahun depan, yang dapat mendorong pemerintah mengambil langkah untuk menekan harga di dalam negeri.
FAO menyebut harga pangan global pada Maret masih relatif stabil karena pasokan cukup, terutama gandum dan serealia, namun tekanan diperkirakan meningkat pada April dan Mei.
Sementara itu, Kepala Divisi Ekonomi FAO, David Laborde, mengatakan dunia saat ini sudah menghadapi masalah pasokan bahan penting dan mengingatkan agar tidak berubah menjadi bencana.
FAO meminta negara-negara tidak membatasi ekspor energi dan pupuk serta berhati-hati dalam penggunaan bahan bakar nabati karena dapat mengurangi pasokan pangan.
Badan itu juga menyarankan penggunaan bantuan keuangan internasional, termasuk dari Dana Moneter Internasional, untuk membantu negara yang membutuhkan pupuk dengan cepat.
FAO mencatat sekitar 20 hingga 45 persen pasokan bahan penting untuk pertanian melewati Selat Hormuz, sehingga gangguan kecil dapat berdampak besar pada harga.
Badan tersebut juga memperingatkan risiko bisa lebih besar jika kondisi cuaca seperti El Nino semakin kuat.




