EU Desak Penguatan Angakatn Laut untuk Amankan Pelayaran Laut Merah

"Laut Hitam, Selat Hormuz, dan Selat Bab el-Mandeb adalah tiga titik krusial jalur pelayaran yang jika terganggu, dampaknya akan meluas jauh melampaui kawasan tersebut."


New York, Suarathailand- Anadolu melaporkan Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa (EU), Kaja Kallas, mendesak negara-negara anggota untuk mengerahkan tambahan kapal angkatan laut guna membantu mengamankan pelayaran komersial di Laut Merah.

Uni Eropa telah melakukan patroli di Laut Merah sejak 2024 dalam kerangka Operasi Aspides, seiring dengan terus meningkatnya ancaman dari kelompok Houthi Yaman yang mengganggu pelayaran melalui Selat Bab al-Mandeb.

"Operasi ini membutuhkan lebih banyak aset angkatan laut dan aset udara untuk mengatasi tingkat ancaman yang meningkat di kawasan tersebut," kata Kallas kepada wartawan di New York seusai pertemuan para menteri luar negeri EU yang diadakan di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB.

"Laut Hitam, Selat Hormuz, dan Selat Bab el-Mandeb adalah tiga titik krusial jalur pelayaran yang jika terganggu, dampaknya akan meluas jauh melampaui kawasan tersebut," katanya.

Menurut Bloomberg, saat ini operasi tersebut terutama mengandalkan tiga kapal dari Italia dan Yunani, dengan dukungan sesekali dari negara-negara anggota EU lainnya.

Namun, sejauh ini negara-negara EU menunjukkan minat yang minim untuk menambah jumlah kapal yang terlibat ataupun mengubah tujuan misi tersebut.


Share: