Eropa Waspada, Rumah Sakit di Glasgow Selidiki Kasus Dugaan Ebola

The National melaporkan orang tersebut baru saja kembali ke Glasgow dari negara yang terdampak wabah Ebola.


Glasgow, Suarathailand- Xinhua melaporkan seorang pasien menjalani tes terkait dugaan infeksi virus Ebola di sebuah rumah sakit di Glasgow, Inggris, setelah dirawat pada Selasa dini hari (30/6).

Pasien tersebut dibawa ke Rumah Sakit Universitas Queen Elizabeth di Glasgow, di mana serangkaian tes dilakukan untuk menentukan apakah pasien tersebut tertular virus itu.

The National melaporkan orang tersebut baru saja kembali ke Glasgow dari negara yang terdampak wabah Ebola.

Seorang sumber mengatakan kepada surat kabar tersebut bahwa Ebola adalah penyakit mematikan dan menular, sehingga langkah-langkah darurat harus segera diterapkan untuk melindungi staf dan masyarakat umum.

"Orang tersebut datang ke Unit Penerimaan Pasien Gawat Darurat, tempat orang-orang dirujuk oleh dokter umum mereka atau melalui nomor 101 dari badan kesehatan daripada harus datang ke unit gawat darurat. Unit tersebut segera ditutup dan diisolasi dari bagian rumah sakit lainnya," kata sumber itu.

Pejabat kesehatan setempat belum mengonfirmasi diagnosis tersebut.

Jika dikonfirmasi, itu akan menjadi kasus pertama di Inggris sejak wabah yang baru-baru ini merebak di Republik Demokratik Kongo dinyatakan sebagai kondisi darurat kesehatan masyarakat dan menjadi perhatian internasional oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Pekan lalu, Prancis mengonfirmasi kasus Ebola impor pertamanya setelah seorang dokter kemanusiaan kembali dari misi di Kongo.

Wabah Ebola, yang berpusat di Provinsi Ituri bagian timur, telah menyebar ke daerah-daerah tetangga dan mendorong peningkatan pengawasan di Uganda di tengah kekhawatiran akan penularan lintas batas.

Para pejabat kesehatan telah memperingatkan bahwa wabah tersebut terus menimbulkan ancaman regional (Eropa) yang signifikan, terutama di daerah-daerah terdampak konflik, pengungsian penduduk, dan infrastruktur perawatan kesehatan yang lemah.

Wabah itu kini didorong oleh strain Bundibugyo yang langka dari virus Ebola dan belum ada vaksinnya. Penyakit itu menyebabkan demam berdarah parah dan menyebar melalui kontak langsung dengan cairan tubuh manusia yang terinfeksi.

Share: