Mantan pejabat pemerintahan Trump itu mengatakan Washington harus berupaya menghilangkan faktor-faktor yang dapat mendorong AS untuk melanjutkan agresi "dengan syarat-syarat Israel."
AS, Suarathailand- Seorang mantan pejabat di pemerintahan Presiden AS Donald Trump mengatakan pengurangan bantuan AS kepada Israel dapat membantu memperkuat kesepakatan antara Teheran dan Washington, di tengah upaya terus-menerus rezim Tel Aviv untuk menyabotase perdamaian regional.
Joe Kent yang meninggalkan pemerintahan setelah perselisihan mengenai agresi bersama Amerika Serikat yang tidak beralasan terhadap Iran bersama rezim tersebut, menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah unggahan di X pada hari Senin.
Ia menyambut baik prospek penyelesaian nota kesepahaman antara Teheran dan Washington yang dapat diikuti oleh sebuah kesepakatan.
Kent mengatakan daya tahan kesepakatan apa pun dengan Iran dapat ditingkatkan jika Amerika Serikat mempertimbangkan kembali dukungan militer dan intelijennya untuk rezim tersebut, dengan mengatakan bahwa para pejabat Israel telah menentang upaya untuk mencapai penyelesaian diplomatik.
Mantan pejabat pemerintahan Trump itu mengatakan Washington harus berupaya menghilangkan faktor-faktor yang dapat mendorong AS untuk melanjutkan agresi "dengan syarat-syarat Israel."
Sehari sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Iran mengumumkan bahwa MoU telah diselesaikan dan akan ditandatangani secara resmi di Swiss pada hari Jumat.
Pada 7 April, Trump mengumumkan gencatan senjata dalam agresi tersebut, yang dimulai dengan menargetkan Republik Islam pada 28 Februari di tengah pemberitaan luas tentang hasutan Israel.
Pengumuman itu datang di tengah pembalasan Iran yang menentukan dan berhasil, dan setelah Republik Islam mengumumkan penutupan Selat Hormuz bagi musuh dan sekutunya.
Namun, setelah pengumuman tersebut, rezim Israel terus melanggar gencatan senjata lain di Lebanon, meskipun Teheran bersikeras bahwa penghentian agresi harus mencakup semua front.
Kent juga menganjurkan pengurangan jejak militer AS di pangkalan-pangkalan di negara-negara pesisir Teluk Persia.
"Kita juga harus secara diam-diam menarik pasukan kita dari pangkalan-pangkalan di Teluk [Persia] yang dapat dijangkau oleh Iran," tulisnya.
Balasan Iran berupa serangan terhadap pos-pos terdepan Amerika di negara-negara pesisir Teluk Persia yang telah mengizinkan wilayah mereka digunakan sebagai landasan peluncuran serangan terhadap Republik Islam.



