Dunia Hadapi Kenaikan Harga Pangan Tajam Akibat Konflik dan Cuaca Buruk

Situasi ini diperburuk oleh panas ekstrem, kekeringan, dan kebakaran hutan di Eropa, yang dapat menyebabkan penurunan produksi biji-bijian terbesar dalam beberapa dekade.


AS, Suarathailand- Kantor Berita Bloomberg melaporkan cuaca buruk, konflik di Ukraina, dan konflik militer di Timur Tengah dapat mendorong kenaikan harga pangan.

Rusia dan Ukraina Disebutkan menyumbang lebih dari seperempat pasokan gandum dunia, dua pertiga ekspor minyak bunga matahari, dan sepersepuluh ekspor jagung, tetapi pasokan melalui Laut Hitam menjadi sulit.

Situasi ini diperburuk oleh panas ekstrem, kekeringan, dan kebakaran hutan di Eropa, yang dapat menyebabkan penurunan produksi biji-bijian terbesar dalam beberapa dekade.

Selain itu, operasi militer AS dan Israel terhadap Iran telah meningkatkan harga bahan bakar dan pupuk.

Faktor lain yang merusak pasar pangan global adalah fenomena iklim El Nino, yang ditandai dengan peningkatan suhu permukaan air yang tidak normal di Samudra Pasifik. Hal ini dapat merugikan produsen dan eksportir beras utama, Bloomberg menunjukkan.

Share: