Rasio kematian akibat demam berdarah jauh lebih tinggi dibandingkan dengan influenza dan Covid-19.
> Kasus DBD naik lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode sama 2023.
> Pemerintah Thailand minta Pemda galakkan penyemprotan nyamuk DBD.
> Thailand dorong masyarakat rajin bersih bersih rumah dan lingkungan.
Menteri Kesehatan Masyarakat Cholnan Srikaew mengatakan jumlah pasien demam berdarah tahun ini telah meningkat menjadi 17.783 kasus, lebih dari dua kali lipat jumlahnya dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penyakit ini telah merenggut 25 nyawa di 16 provinsi pada tahun ini.
Menteri Kesehatan telah menginstruksikan komite pengendalian penyakit provinsi untuk berkoordinasi dengan relawan kesehatan untuk mencari tempat berkembang biaknya nyamuk dan menyemprotnya dengan bahan kimia. Dia juga memerintahkan kawasan masyarakat untuk sering disemprot dengan bahan kimia pembunuh nyamuk.
Thongchai Keeratihuttayakorn, direktur jenderal Departemen Pengendalian Penyakit, mengatakan rasio kematian akibat demam berdarah jauh lebih tinggi dibandingkan dengan influenza dan Covid-19. Rasio orang yang meninggal akibat demam berdarah sejauh ini adalah 0,14 per 100 kasus, dibandingkan dengan 0,01-0,02 kematian untuk setiap 100 pasien influenza.
Dia menambahkan Kementerian Kesehatan Masyarakat telah mengalokasikan 74,8 juta baht untuk mendistribusikan semprotan atau losion antinyamuk kepada pasien demam berdarah.
Thongchai mengatakan jika masyarakat melindungi diri dari gigitan nyamuk bahkan selama lima hari, mereka dapat menghemat biaya pengobatan kementerian sebesar 219 juta baht. (thenation)




