AS dan Lockheed Martin mengumumkan perjanjian kerangka kerja baru memperluas kapasitas produksi rudal udara-ke-udara generasi baru yang krusial, AIM-260 Joint Advanced Tactical Missile (JATM).
AS, Suarathailand- Sputnik melaporkan Departemen Perang Amerika Serikat pada Kamis mengumumkan kesepakatan dengan perusahaan pertahanan Lockheed Martin untuk memperluas kapasitas produksi rudal udara-ke-udara generasi baru.
"Pemerintah AS bekerja sama dengan Lockheed Martin, hari ini mengumumkan perjanjian kerangka kerja baru untuk memperluas kapasitas produksi rudal udara-ke-udara generasi baru yang krusial, AIM-260 Joint Advanced Tactical Missile (JATM)," demikian rilis resmi DOW.
Pentagon menyebut perjanjian tersebut memberikan sinyal permintaan jangka panjang kepada para pemasok komponen, yang memungkinkan Lockheed Martin melakukan investasi tambahan pada kapasitas manufaktur, tenaga kerja, serta proses produksi yang lebih efisien.
"Kesepakatan ini menjadi tonggak sejarah terbaru dalam memperluas 'Gudang Senjata Kebebasan' (Arsenal of Freedom) di bawah visi bersama Presiden (AS Donald) Trump dan Menteri (Perang Pete) Hegseth.
Ini menetapkan kerangka kerja untuk Pengadaan Multitahun (MYP) JATM di masa depan, sekaligus menjalankan wewenang kongres untuk mengamankan sistem rudal prioritas tertinggi negara," tambah DOW.
Sebelumnya pada November 2025, Hegseth menyatakan bahwa Pentagon menargetkan pembangunan kembali Arsenal of Freedom AS, dengan menekankan pentingnya mentransformasikan industri Amerika menjadi basis industri masa perang yang berfokus pada kecepatan dan volume produksi.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti



