Bangkok Tawarakan Insentif bagi Para Pembuat Film Asing di Thailand

Thailand akan menyajikan informasi tentang lokasi syuting dan berbagai langkah insentif yang ditawarkan kepada kru pembuat film asing,


> Thailand ajak tim produksi film asing untuk datang dan membuat film di Thailand.

> Thailand tawarkan berbagai langkah insentif kepada kru pembuat film asing.

Thailand berencana menarik investasi lebih dari 1 miliar baht dari para pembuat film asing tahun ini dengan berbagai insentif untuk pembuatan film mereka di Thailand.

Jaturon Phakdeewanich, direktur jenderal Departemen Pariwisata Thailand, mengatakan Kantor Film Thailand akan mengambil bagian dalam Pasar Film dan TV Internasional di  Hong Kong (HK Filmart 2024) pada 11 - 14 Maret.

Pada acara tahun ini, Departemen Pariwisata akan mendirikan stan Content Thailand bersama Kementerian Kebudayaan dan Perdagangan untuk mempromosikan industri film dan televisi Thailand serta membujuk tim produksi film asing untuk datang ke Thailand.

Jaturon mengatakan Kementerian Pariwisata akan menyajikan informasi tentang lokasi syuting dan berbagai langkah insentif yang ditawarkan kepada kru pembuat film asing, termasuk potongan tunai sebesar 20%.

“Pada HK Filmart 2024, Kementerian Pariwisata telah menetapkan target lebih dari 1 miliar baht dari kelompok produksi film luar negeri, terutama yang berasal dari China dan Hong Kong SAR. Hal ini akan membantu menstimulasi perekonomian Thailand, menciptakan lebih banyak lapangan kerja bagi kru film Thailand, dan mempromosikan atraksi wisata Thailand yang muncul di film tersebut,” katanya.

Diselenggarakan oleh Dewan Pengembangan Perdagangan Hong Kong untuk tahun ke-28, Filmart 2024 adalah pasar hak film dan TV terbesar di Asia. Acara ini ditargetkan melibatkan sekitar 750 peserta pameran dari Hong Kong, Tiongkok daratan, dan seluruh dunia.

Selain menjadi platform utama untuk konten Tiongkok, Filmart 2024 juga mengeksplorasi konten hiburan global menarik dari Uni Eropa, India, india, Italia, Jepang, Korea, Makau, Taiwan, Thailand, Filipina, Inggris, dan Amerika Serikat. Variasi.com melaporkan.

Share: