Bangkok Bujuk Pakar Kecerdasan Buatan Bekerja di Thailand dengan Visa Khusus

Visa khusus untuk menarik investor besar bidang AI untuk berinvestasi di Thailand

> Thailand butuh sekitar 100 ribu ahli untuk pekerjaan terkait kecerdasan buatan.

> Thailand akan pelajari Undang-Undang Kecerdasan Buatan Uni Eropa yang baru.

> Industri AI di Thailand akan fokus pada pengembangan teknologi dan model bahasa.


Thailand serius mengembangkan kecerdasan buatan dengan menyiapkan visa khusus untuk digital nomads yang mau bekerja di thailand.

Menteri Ekonomi dan Masyarakat Digital Prasert Chanthararuangthong mengatakan kementeriannya akan mencari visa khusus bagi mereka yang disebut sebagai digital nomads dalam upaya untuk merayu pakar AI asing untuk bekerja di Thailand.

Pada seminar yang diselenggarakan di Krungthep Thurakij, bertajuk “Revolusi AI 2024: Transformasi Perekonomian Thailand”, Prasert mengatakan negara tersebut membutuhkan sekitar 100.000 ahli untuk pekerjaan terkait kecerdasan buatan. Thailand saat hanya memiliki sekitar 21.000 ahli AI.

Dia mengatakan Kementerian DES akan bekerja sama dengan Dewan Investasi (BOI) untuk mencari visa khusus bagi para ahli AI dan orang-orang dengan keterampilan komputer tingkat lanjut di bawah proyek yang disebut Global Digital Talent Visa.

Prasert  mengatakan setelah BOI menyelesaikan rincian visa khusus tersebut, kementerian akan menyerahkannya kepada Kabinet untuk disetujui sesegera mungkin.

Ia juga menambahkan bahwa kementeriannya akan mempelajari Undang-Undang Kecerdasan Buatan Uni Eropa yang baru dan menggunakan pedomannya mengenai pengembangan AI untuk meningkatkan ekonomi digital Thailand dan membantu mengubahnya menjadi pusat digital regional.

Pemerintah juga akan membentuk subkomite di bawah Komite AI Nasional yang dipimpin oleh Perdana Menteri Srettha Thavisin.

Subkomite tersebut akan bertugas menerapkan kebijakan AI, sehingga Thailand memiliki rencana operasional yang jelas untuk berinvestasi pada infrastruktur AI, seperti membangun pusat data, pusat cloud, dan komputer berkinerja tinggi, tambahnya.

Industri AI di Thailand akan fokus pada pengembangan teknologi mendalam dan model bahasa berdasarkan bahasa Thailand.

 Ia mengatakan Kementerian DES berharap keistimewaan yang ditawarkan untuk investasi infrastruktur AI akan menarik perusahaan-perusahaan besar untuk berinvestasi di Thailand dan mendukung tujuan negara tersebut untuk menjadi pusat digital.

Share: