Sebanyak 26 orang, tewas akibat jebolnya bendungan Liulan di Hengzhou, yang menyebabkan air membanjiri ibu kota Nanning. Selain korban tewas, dilaporkan juga 9 orang lain masih hilang,..
China, Suarathailand- Anadolu melaporkan badai tropis Maysak yang mengakibatkan hujan badai dan banjir parah di Daerah Otonom Guangxi Zhuang telah menewaskan 39 orang dan 130 ribu orang dievakuasi..
Sebanyak 26 orang, tewas akibat jebolnya bendungan Liulan di Hengzhou, yang menyebabkan air membanjiri ibu kota Nanning. Selain korban tewas, dilaporkan juga 9 orang lain masih hilang,..
Hujan deras mengguyur Guangxi selatan selama beberapa hari terakhir, dengan curah hujan kumulatif 10-40 cm di beberapa daerah dan lebih dari 90 cm di daerah yang paling parah.
Presiden Xi Jinping pun telah memberikan instruksi mengenai pekerjaan pengendalian banjir dan bantuan bencana.
Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) dan pasukan Kepolisian Bersenjata Rakyat telah mengerahkan lebih dari 2.400 personel, lebih dari 70 kapal, 260 kendaraan dan peralatan teknik, serta 5.500 personel untuk membantu pemerintah daerah dalam mengevakuasi warga, memperkuat tanggul, mengangkut bantuan, membersihkan lumpur dan genangan air.
Wakil Wali Kota Nanning Ding Wei mengatakan air banjir mulai surut, tetapi hujan lebih lanjut diperkirakan akan turun di beberapa daerah dalam dua hari ke depan.
Kebun Binatang Guigang di Nanning pada Rabu (8/7) meminta bantuan masyarakat untuk menemukan sedikitnya 100 hewan yang melarikan diri setelah kandang mereka rusak, termasuk alpaka, babi mini, dan zebra.
Biro Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata distrik setempat menyebut hewan-hewan yang hilang termasuk "dua rakun Amerika, empat landak dan 30 merak" ditambah dengan pernyataan agar masyarakat yang bertemu dengan hewan-hewan tersebut menjaga jarak aman dan tidak mencoba menangkap atau menggoda mereka.
Kepala komite desa setempat juga mengatakan kepada media China bahwa sekitar 800 hingga 900 ular 'melarikan diri' setelah sebuah peternakan pembiakan tersapu banjir di Kota Hengzhou.
Perbaikan jalan juga sedang berlangsung dan listrik telah dipulihkan ke lebih dari 60.000 rumah.
Namun, pada Sabtu (11/7), China bersiap menghadapi Topan Super Bavi yang akan datang melewati beberapa pulau terpencil di Jepang dan kemudian tepat di utara Taiwan sebelum sampai ke provinsi Fujian atau Zhejiang, China.
Topan Bavi, yang membawa angin kencang ke Saipan dan wilayah Amerika Serikat lainnya awal pekan ini memiliki kecepatan angin maksimum 184 kilometer (114 mil) per jam.



