PM Thailand berterima kasih Australia telah mengucurkan bantuan AU$2,8 Juta.
Australia setuju untuk memberikan bantuan vaksin COVID-19 untuk Thailand. Pernyataan ini muncul setelah PM Thailand menjalin komunikasi dengan PM Australia belum lama ini.
Selain vaksin, isu lain yang dibahas kedua pemimpin negara ini adalah perubahan iklim, transformasi digital, situasi pasca-COVID-19, dan perjalanan "normal baru".
Seruan yang diprakarsai oleh Perdana Menteri Australia Scott Morrison ini merupakan kesempatan untuk memperkuat kemitraan strategis antara kedua negara dan mempromosikan kerja sama di bidang-bidang yang menjadi kepentingan bersama baik di tingkat bilateral, sub-regional, dan regional.
Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-o-cha menyatakan kesenangannya untuk berbicara dengan PM Morrison dan mengucapkan selamat kepadanya atas kemitraan strategis antara kedua negara.
“Deklarasi Bersama tentang Kemitraan Strategis antara Kerajaan Thailand dan Australia” telah ditandatangani pada November 2020. Hal ini menunjukkan hubungan dan kerja sama yang erat, terlepas dari krisis COVID-19, dan meletakkan dasar untuk eksplorasi peluang baru bersama.
Perdana Menteri Australia menegaskan komitmen Australia untuk lebih memperkuat hubungan dengan Thailand melalui kemitraan strategis dan pengembangan hubungan ASEAN-Australia menuju kemitraan strategis yang komprehensif.
Mengenai COVID-19, PM Prayut memuji Australia atas tawarannya untuk menyumbangkan vaksin ke negara lain, di bawah Regional Vaccine Access and Health Security Initiative, QUAD Vaccine Partnership, Group of Seven (G7) dan kerangka kerja ASEAN-Australia.
Dia juga berterima kasih kepada Pemerintah Australia atas dukungan keuangannya (AU$2,8 juta) yang diberikan kepada Thailand untuk tujuan kesehatan masyarakat.
Mengenai situasi di Myanmar, kedua belah pihak sepakat bahwa kerja sama kemanusiaan harus diprioritaskan. PM Morrison mendukung pelaksanaan konsensus lima poin untuk hasil yang nyata.
Kedua Perdana Menteri juga mendukung kunjungan utusan khusus ASEAN ke Myanmar dan meminta semua pihak untuk mencari solusi damai melalui dialog.
Perdana Menteri Thailand juga mengambil kesempatan untuk meminta Australia mempertimbangkan untuk mengizinkan siswa Thailand kembali belajar di negara itu pada kesempatan pertama. (nationthai)




