Anda Perlu Tahu Ini, Densus 88 Ungkap Struktur Pendanaan Kelompok Jamaah Islamiyah

Amir Jamaah Islamiyah langsung membawahi Bendahara Pusat yang menerima berbagai dana untuk aktivitas terorisme dari BM ABA melalui kurir.


Kabag Bagian Bantuan Operasi Densus 88 Antiteror Kombes Aswin Siregar mengungkapkan struktur pendanaan organisasi teroris Jamaah Islamiyah (JI) mulai dari kepala kelompok, bendahara, hingga pelatihan para pendakwah.

Aswin mengatakan terduga teroris FS selaku Ketua Baitul Maal (BM) Abdurrahman bin Auf (ABA) menggambarkan bagan struktur organisasi JI. Amir JI langsung membawahi Bendahara Pusat yang menerima berbagai dana untuk aktivitas terorisme dari BM ABA melalui kurir.

"Ini disederhanakan dari dokumen yang kita dapat. Kemudian ada bidang tajhiz atau (dan) bidang dakwah di bawah bendahara pusat. Ini adalah lapisan yang menggerakkan semua organisasi. Jadi dari, dan ini yang tidak kita kenal nih," kata Aswin di Mabes Polri Jakarta.

Aswin menjelaskan bidang tajhiz membawahi BM ABA selaku salah satu dari lembaga-lembaga legal yang dibuat JI. Kemudian bidang dakwah membawahi Yayasan Syam Amal Abadi yang membuat beragam yayasan formal, seperti SO dan One Care.

"Kemudian di sebelahnya lagi (di bawah bidang dakwah) ada yayasan madina, kalau mungkin di organisasi seperti steering committee. Jadi kalau pihak sana perlu fund rising, maka pihak sini menyiapkan orang-orang atau dai yang akan berceramah. Jadi yang di sini menyiapkan materi, menyiapkan orang-orangnya," kata Aswin.

Aswin melanjutkan, terduga teroris FS bergerak mengumpulkan dana melalui sejumlah organisasi yang di bawahinya  kemudian kembali menyetorkan ke struktur atas. Dalam pelaksanaannya pun disisipkan berbagai aktivitas sosial yang di mata publik tidak melanggar hukum.

"Seperti pendirian sekolah, pendidkan, pengiriman bantuan ke luar negeri terutama Suriah, pakaian, makanan, dan lain-lain yang dikawal kelompok mereka. Sehingga tidak keliatan seperti itu, padahal itu bagian dari program atau strategi meraih simpati masyarakat yang endingnya penguasaan wilayah dengan dukungan," kata Aswin.

Aswin mengatakan mungkin dulu di zaman al Qaeda, sumber pendaannya dari luar, namun setelah dibekukan aset-asetnya oleh PBB, mereka harus mencari sumber dana sendiri. (antara, foto: kombes aswin)

Share: